Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

95% Siswa SMP Pangudi Luhur Gunakan Medsos Setiap Hari, Untuk Apa?

19 Oktober 2021   12:22 Diperbarui: 19 Oktober 2021   12:44 99 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: SMP Pangudi Luhur

Sebagai upaya memberikan edukasi bijak ber-media sosial, SMP Pangudi Luhur Jakarta menggelar webinar bertajuk 'Pemanfaatan Interaksi Media Sosial yang Positif di Era Digital" hari ini (19/10/2021. Dibuka oleh Br. Agustinus Mujiya FIC, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMP Pangudi Luhur Jakarta) dan Dr. Nunung Nurlaela Sari ,M.Pd. (Pengawas SMP Sudin Pendidikan Wilayah  I  Jakarta Selatan) didampingi Dwi Arivita Indra Gumirlang (Ketua Panitia Lingua Fest IV), acara ini diikuti 157 siswa dan guru SMP Pangudi Luhur.

Menampilkan pembicara Syarifudin Yunus, Dosen Unindra dan Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka, para siswa diajak untuk memhami manfaat dan akibat aktif di media sosial. Intinya, perlu sikap bijak agar media sosial tidak menjadi masalah. Karena itu, dalam bermedia sosial diimbau untuk tidak sembarangan posting dan tidak mudah menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya alias hoks.

"Di tengah era digital, sangat penting anak-anak diberi tahu tentang cara bijak ber-media sosial. Agar mereka paham norma dan aturan yang berlaku sehingga media sosial bisa dipakai untuk kegiatan yang positif bukan sebaliknya" ujar Br. Agustinus Mujiya FIC, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Pangudi Luhur Jakarta saat memberikan sambutan pembuka.

Oleh karena itu, para siswa tidak mudah terprovokasi melalui media sosial. Bahkan harus hati-hati untuk mengenali teman-temannya di media sosial. Karena bila tidak, media sosial hanya bisa jadi sarana ekspresi yang tidak bermanfaat dan menimbulkan perselisihan. 

"Webinar media sosial di kalangan siswa SMP ini patut dicontoh. Sebagai bagian edukasi literasi digital

Sehingga anak-anak mampu memilah dan memilih informasi yang positif dan sesuai dengan etika yang berlaku di masyarakat" kata Syarifudin Yunus, Dosen Unindra dan Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka dalam pemaparannya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan survei tentang profil media sosial siswa SMP Pangudi Luhur Jakarta. Hasilnya, 95% siswa setiap hari menggunakan media sosial. Adapun 5 media sosial yang paling sering digunakan yaitu 1) youtube, 2) whatsapp, 3) Instagram, 4) tiktok, dan 5) discord. Sedangkan jenis postingan di medsos yang sering dilakukan adalah personal activity, kegiatan belajar, dan liburan. Dan menariknya, 97% siswa selama ini paham menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. 

Karena itu, sebagai konklusi dari webinar media sosial SMP Pangudi Luhur, seluruh siswa sepakat untuk lebih bijak bermedia sosial. Khusunya untuk menjadikan media sosial sebagai sarana pendukung aktivitas pembelajaran, di samping meningkatkan solidaritas sosial yang positif dan mendekatkan relasi dengan sesama teman. Salam literasi #SMPPLJkt #WebinarMediaSosial #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka

 

Sumber: SMP Pangudi Luhur
Sumber: SMP Pangudi Luhur

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan