Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Konsultan di DSS Consulting sekaligus Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kampung Literasi Sukaluyu, Targetkan Taman Bacaan Lebih Asyik dan Inklusif

27 September 2021   21:07 Diperbarui: 27 September 2021   21:09 52 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kampung Literasi Sukaluyu, Targetkan Taman Bacaan Lebih Asyik dan Inklusif
Sumber: TBM Lentera Pustaka

TBM Lentera Pustaka sebagai penyelenggara Kampung Literasi Sukaluyu, sebagai realisasi program Kampung Literasi tahun 2021 yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM bertekad menjadikan taman bacaan lebih asyik dan menyenangkan dari kondisi sebelumnya. Agar taman bacaan lebih diminati anak-anak dan masyarakat. Tidak sebatas jadi tempat membaca buku.

Menyadari sulitnya mengelola taman bacaan. Maka di era digital ini, sudah jadi konsekuensi taman bacaan harus beradaptasi dengan dinamika. Sehingga mampu jadi "tempat pilhan" bagi banyak orang. Taman bacaan yang mampu jadi tempat asyik dan menyenangkan. Karena itu, dengan gagasan model "TBM Edutainment", TBM Lentera Pustaka akan menambah porsi tempat dan program yang lebih asyik. Karena selama ini, bisa jadi, taman bacaan kurang diminati karean kurang asyik. Kalah sama kafe-kafe atau sejenisnya.

Dengan "TBM Edutainment", taman bacaan diharapkan mampu menjadi sentra pendidikan masyarakat berbasis edukasi dan hiburan. Di samping jadi sentra pemberdayaan masyarakat. Beberapa tempat asyik dan menyenangkan yang sudah diimplmentasi di TBM Lentera Pustaka, antara lain: 1) jajanan kampung gratis sebulan sekali, 2) senam literais sebelum membaca, 3) menyanyi lagu gemar membaca, 4) salam dan doa literasi, 5) membaca bersuara, 6) event bulanan, dan 7) tersedianya kebun baca. Di sampin free wifi di setiap Sabtu dan Minggu.

Ke depan, TBM Lentera Pustaka melalui program Kampung Literasi Sukaluyu akan menambah spot-spot asyik seperti: 1) 3 pojok baca di 3 kampung, 2) giant letter kampung literasi, 3) saung kopi lentera, 4) tempat duduk baca d kebun baca, dan 5) rooftop area baca di lantai 2 (bila disetujui sponsor).

"Program Kampung Literasi jadi energi baru bagi TBM Lentera Pustka untuk menggenjot aktivitas giat membaca dan literasi di Desa Sukaluyu. Untuk lebih asyik dan menyenangkan. Siapa pun harus happy di taman bacaan.Maka harus ada cara yang kreatif dan beda dalam mengembangkan taman bacaan" ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor sekaligus peraih "Guardian Wonderful People 2021" kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan.

Kenapa taman bacaan harus asyik dan menyenangkan?

Karena memang tidak mudah mengelola taman bacaan. Faktanya, banyak taman bacaan masyarakat seakan "mati suri" akibat tiga hal; 1) buku ada anak tidak ada, 2) anak ada buku tidak ada, dan 3) komitmen pengelola TBM yang setengah hati, tidak fokus mengelola taman bacaan. Maka taman bacaan di manapun harus berani keluar dari masalah klasih. Caranya dengan menjadikan taman bacaan sebagai tempat asyik dan menyenangkan.

Sekain itu, taman bacaan pun harus mampu menunjukkan 1) kinerja yang baik, 2) promosi yang konsisten, dan 3) kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti korporasi dan komunitas apapun. Karena mengelola taman bacaan tidak bisa sendiri. Butuh kolaborasi demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi masyarakat.

Untuk diketahui, TBM Lentera Pustaka sejaka berdiri tahun 2017, kini memiliki 11 program antara lain: 1) TABA (Taman BAcaan) dengan 160 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, tamansariu, Sukajaya), 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) pada 2018 yang diikuti 9 warga belajar buta huruf, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) yang diikuti 26 anak usia PAUD, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo, 6) TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 28 ibu-ibu sebagai koperasi simpan pinjam untuk mengatasi soal rentenir dan utang berbunga tingg, 8) DonBuk (Donasi Buku) untuk menerima dan menyalurkan buku bacaan, 9) RABU (RAjin menaBUng) karena semua anak punya celengan, 10) LITDIG (LITerasi DIGital) seminggu sekali setiap anak, dan 11) LITFIN (LITerasi FINansial).  Bersyukur pula tahun 2021 ini, TBM Lentera Pustaka terpilih 1 dari 30 TBM di Indonesia yang menggelar program "Kampung Literasi 2021" dari Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM.

Taman bacaan masyarakat adalah momentum semua pihak untuk ikut berbuat menyiapkan masa depan anak-anak yang lebih baik dari orang tuanya. Maka, semua pihak harus turun tangan dan terlibat. Agar niat baik segera berubah jadi aksi nyata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan