Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun - Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor - Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak - Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 47 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen Surti Bukan Perempuan Metropolis. Penasihat Forum TBM Kab. Bogor, Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengubah Mindset, Pekerjaan Berat Gerakan Literasi yang Inklusif di Indonesia

28 Mei 2021   13:32 Diperbarui: 28 Mei 2021   13:34 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Bimtek Kampung Literasi PMPK

Gerakan literasi bukan hanya aktivitas membaca. Justru tantangan terbesar gerakan literasi di Indonesia dalah "mengubah mind set" atau cara pandang masyarakat. Hal itu pula jadi sebab gerakan literasi seperti "jauh panggang dari api", menjadi tidak inklusif. Maka Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di era digital sekarang ditantang untuk memposisikan diri yang sama dengan orang lain atau masyarakat di samping mampu melibatkan semua elemen masyarakat dan pemerintah. Cara pandang untuk lebih inklusif dan kolaboratif itulah yang dibutuhkan gerakan literasi.

M. Jumadi, Wakil Walikota Tegal sebagai narasumber menegaskan pentingnya pegiat literasi di mana pun untuk terus bergerak membangun tradisi baca dan budaya literasi.  Untuk itu, literasi harus dilakukan secara kreatif dan disesuaikan dengan realitas sosial dan budaya di wilayah masing-masing. Maka untuk lebih inklusif, gerakan literasi harus libatkan semua pihak dan lakukan bersama-sama.

"Di Tegal, terminal bis pun ada  taman bacaan. Bahkan setiap desa ada taman bacaan. Karena membaca buku itu terbukti menjadikan manusia dan daerah lebih baik. Maka ubah cara pandang kita sebelum mengubah cara pandang masyarakat' ujar M. Jumadi saat Bimtek Peningkatan Minat Baca tahun 2021 yang diselenggarakan Direktorat PMPK Kemdikbud RI hari ini (28/5) di Bekasi.

Dalam konteks itu pula, Direktorat PMPK Kemdikbud RI melakukan inisiasi program "Kampung Literasi (KL) Tahun 2021". Nantinya, KL dapat menjadi poros pengembangan literasi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kemampuan 6 literasi dasar, seperti: literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial serta budaya dan kewargaan. Program KL sebagai momentum untuk mengoptimalkan taman bacaan masyarakat (TBM) sebagai agen perubahan di masyarakat, di samping  sarana penguatan TBM untuk bisa berkiprah lebih optimal di masyaraat.

Dihadiri 80 pegiat literasi Indonesia dari 45 kabupaten/kota, bimtek program Kampung Literasi sangat memberi pencerahan untuk revitalisasi gerakan literasi di Indonesia. Selain Wakil Walikota Tegal, ikut pula jadi narasumber: 1) Johar Winarni, 2) Mulya dari Itjen Kemdikbud, Hendry Biro Umum, dan Kantor Pajak. Kampung Literasi yang dijalankan TBM nantinya menjadi bagian dari upaya mendorong dan memfasilitasi masyarakat dalam peningkatan kualitas SDM khususnya untuk pengembangan literasi masyarakat.

Maka poin penting dalam gerakan literasi adalah jangan berpikir sempit tentang literasi. Ada banyak hal yang dapat disinergikan melalui aktivitas literasi. Hanya untuk menggiatkan tradisi baca dan buaya literasi masyarakat. Lebih dari sekedar meningkatkan minat baca.

"Selain pegiat literasi harus terus bergerak. Mungkin saatnya dunia literasi mulai merangkul leader atau tokoh masyarakat untuk ikut peduli dan bersinergi. Literasi itu tidak hanya membangun fisik. Tapi juga membangun pikiran dan masa depan anak-anak serta masyarakat ke depan yang lebih literat" kata Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka Bogor sebagai peserta bimtek Kampung Literasi PMPK Kemendikbud. Salam literasi #KampungLiterasi #TamanBacaanMasyarakat #TamanBacaan

sumber: Bimtek Kampung Literasi
sumber: Bimtek Kampung Literasi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun