Mohon tunggu...
Syarbani Haira
Syarbani Haira Mohon Tunggu... Berkarya untuk Bangsa

Pekerja sosial, pernah nyantri di UGM, peneliti demografi dan lingkungan, ngabdi di Universitas NU Kal-Sel

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

MTQ, Antara Tradisi dan Modernisasi

8 November 2019   17:21 Diperbarui: 8 November 2019   20:52 84 5 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
MTQ, Antara Tradisi dan Modernisasi
banjarmasinpost.co.id

Event religius Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2019 ini sedang berlangsung di Kabupaten Kotabaru, sekitar 320 kilometer Tenggara Banjarmasin (via jalan darat). Siang tadi Dewan Hakim yang bertugas telah bersidang untuk menetapkan siapa Juara Umumnya, serta siapa-siapa yang akan menjuarai dari sekian cabang perlombaan yang diselenggarakan.

Insya Allah malam ini (Jumat, 08 Nopember 2019), pukul 08.00 waktu setempat, akan diadakan acara penutupan, pengumuman pemenang. Untuk memeriahkan upacara penutupan ini, panitia lokal kabupaten yang diketuai Bupati Kotabaru, H. Dja'far Alyidrus, SH, telah mengundang Group Musik Gambus kenamaan dari ibukota, Group DEBU.

Tampak sejak pagi hingga siang tadi Group Musik Gambus DEBU ini sudah memulai cekson di lokasi penutupan, Siring Laut Kotabaru, tempat yang selalu ramai di ibukota kabupaten Kotabaru tersebut.

Lokasi ini persis di tepi laut, berhadapan langsung dengan kawasan, selat yang memisahkan antara Kabupaten Kotabaru dengan Kabupaten Tanah Bumbu, kabupaten baru pemekaran dari Kotabaru.

Menurut penjelasan penyelengara, Haji Zabidi, mereka sengaja mengundang group musik gambus kenamaan ibukota ini untuk meramaikan event dua tahunan ini. Tak hanya itu, saat pembukaan pun (Minggu, 03 Nopember 2019) panitia juga telah mengundang group musik ibukota, Group Wali. Sehingga baik saat pembukaan mau pun penutupan, animo publik meningkat. Ini selain sebagai arena hiburan, juga sebagai arena pendorong bagi masyarakat luas untuk selalu mempelajari dan mengamalkan al-Qur'an  dengan sebaik-baiknya.

Untuk tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, MTQ Nasional ke-32 kali ini giliran kabupaten Kotabaru. Provinsi berpenduduk sekitar 4 juta jiwa ini pasca reformasi 1998 lalu memiliki 2 kotamadya (Banjarmasin dan Banjarbaru) dan 11 kabupaten (Tabalong, Balangan, HSU, HST, HSS, Tapin, Banjar, Batola, Tala, Tanbu dan Kotabaru).

Sebelum reformasi, Kalsel hanya punya 1 kotamadya (Banjarmasin) dan 9 kabupaten. Pasca reformasi muncul 2 kabupaten baru, masing-masing Balangan (pemekaran dari HSU) dan Tanah Bumbu (pemekaran dari Kotabaru). Selama orde baru, daerah penyelenggara MTQ adalah 10 kabupaten kota tersebut, dengan cabang lomba yang juga masih amat terbatas.

Sejarah MTQ

Sesungguhnya, MTQ punya sejarah yang panjang. Sebelum Indonesia Merdeka 1945, Nahdlatul Ulama (NU) mendirikan Jami'atul Qurra wal-Huffadz (JQH) pada tahun 1940. Sejak itulah MTQ dimulai. 

Kemudian, tahun 1968 Menteri Agama dijabat KH Muhammad Dahlan, salah satu Ketua PBNU. Sejak itulah MTQ dilembagakan. MTQ pertama diselenggarakan di Makasar bulan Ramadhan tahun 1968. MTQ perdana ini hanya melombakan tilawah dewasa, hasilnya muncul juara beken seperti Ahmad Syahid dari Jabar dan Muhammadong dari Sulsel (data dan publikasi .m.wikipedia.org) .

Kala itu jarak waktu MTQ sekali dalam setahun. Maka itu MTQ ke-2 diselenggarakan di Bandung (1969), ke-3 di Banjarmasin (1970), ke-4 di Medan (1971), ke-5 di Jakarta (1972), ke-6 di Mataram (1973), ke-7 di Surabaya (1974), ke-8 di Palembang (1975), ke-9 (1976), dan ke-10 di Manado (1977). Setelah itu, mulai MTQ ke-11 di Semarang (1979), MTQ diadakan setiap 2 tahun sekali, yakni di Banda Aceh (1981), Padang (1983), Pontianak (1985).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN