Kesehatan Artikel Utama

Karena BPJS dan National Health Service (NHS) di Inggris Sama-sama Tak Sempurna

14 Juni 2018   13:07 Diperbarui: 15 Juni 2018   14:53 4014 4 2
Karena BPJS dan National Health Service (NHS) di Inggris Sama-sama Tak Sempurna
(KOMPAS.com/Budiyanto)

Beberapa hari terakhir ini saya melihat di salah satu akun media sosial, yang saya miliki, tulisan tentang ketidakpuasan seorang BPJS atas layanan dokter keluarganya. Sang pasien meminta rujukan kepada sang dokter BPJS, yang kemudian ditolak oleh sang dokter. Sang pasien memperpanjang ketidakpuasannya dengan menuliskannya di media sosial, yang kemudian disebarkan dengan penuh semangat oleh beberapa orang. 

Saya melihat para netizen mudah sekali untuk membagikan cerita tentang ketidakpuasan seseorang atas pelayanan BPJS, entah untuk mencari sensasi atau untuk menyalurkan ketidakpuasannya yang tidak pernah terungkap. 

Sumber: www.finansialku.com
Sumber: www.finansialku.com
Saya bukan seorang dokter, dan saya menulis ini tidak dengan maksud membela pihak tertentu dalam kasus di atas. Saya hanya ingin membagikan sedikit pengalaman saya berurusan dengan NHS ketika saya menetap selama 3 tahun di Inggris. 

National Health Service (NHS) adalah layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah Inggris untuk seluruh penduduk Inggris Raya. NHS didirikan pada tahun 1948 dengan prinsip bahwa layanan kesehatan yang baik harus dapat diakses oleh setiap individu yang menetap di Inggris. Saat saya berada di Inggris (2012 - 2015), akses NHS terbuka secara gratis bahkan untuk warga negara asing seperti saya.

Saya hanya perlu mendaftarkan diri di klinik terdekat dari tempat tinggal saya, dan saya dapat segera mengakses layanan kesehatan yang ada. Apakah layanan NHS sudah sempurna? Tentu tidak! Kita tidak dapat muncul tiba-tiba di klinik untuk bertemu dokter. Setidak-tidaknya kita harus membuat janji sehari sebelumnya untuk dapat bertemu dokter di klinik.

Biasanya, para resepsionis klinik akan bertanya apa keluhan yang kita rasakan sehingga kita ingin bertemu dengan dokter. Resepsionis berhak menolak kita apabila penyakit yang kita deskripsikan dianggap bisa sembuh sendiri dengan beristirahat atau dengan obat-obat yang dijual bebas di supermarket.

Pernah suatu ketika, anak saya mengalami mimisan yang tidak kunjung berhenti. Saya menelpon ke klinik, dan diarahkan oleh sang resepsionis untuk menekan di bagian bawah tulang rawan hidung anak saya untuk membantu menghentikan pendarahan. That's it! Sang resepsionis tidak mengarahkan kami untuk bertemu dengan dokter. 

Salah seorang teman saya pernah panik karena tiba-tiba anaknya mengalami demam tinggi. Sang resepsionis menyarankan teman saya untuk memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk sang anak. Atau, jika teman saya bersikeras untuk menemui dokter bisa datang ke salah satu klinik rawat jalan yang ada di berbagai sudut kota. Sekadar informasi, klinik rawat jalan ini tidak mengenakan biaya untuk pasien anak tetapi mengenakan biaya yang cukup mahal untuk pasien dewasa.

Lalu bagaimana jika kita harus dirujuk ke spesialis atau rumah sakit terdekat? Keputusan untuk merujuk atau tidak sepenuhnya keputusan sang dokter keluarga, kecuali untuk kasus gawat darurat. Jangan harap kita akan bisa meminta rujukan seenaknya jika sang dokter merasa kondisi kita bisa ditangani oleh dokter umum. Anak saya pernah mengalami tengeng selama berhari-hari akibat dia menarik gerobak yang terlalu berat. 

Saya membawanya ke dokter keluarga (setelah berhasil menembus sang resepsionis.. huff!) dan dirujuk untuk segera pergi ke rumah sakit khusus anak karena sang dokter keluarga tidak pernah menemui kasus seperti ini. Setibanya di rumah sakit, kami harus menunggu lebih dari 4 jam. Anak saya diperiksa oleh 3 orang dokter. 

Selesai memeriksa, mereka berdiskusi dan memutuskan bahwa anak saya hanya menderita masalah di otot. Anak saya dirujuk untuk mengikuti terapi fisik, tetapi kami harus menunggu surat dari rumah sakit untuk penjadwalan. 

Dua bulan kemudian, surat dari rumah sakit baru tiba. Kami diminta untuk menghubungi nomor tertentu untuk penjadwalan terapi fisik. Kami harus menunggu lagi sekitar 3 minggu untuk benar-benar melakukan terapi fisik di rumah sakit. Pada saat itu, anak saya sudah segar bugar tanpa keluhan apapun. Oh, well.. 

Banyak kisah-kisah menarik lain tentang NHS yang saya alami atau dengar, tetapi mungkin akan saya ceritakan lain kali. Saya menuliskan kisah ini untuk membuka mata para pembaca, yang mungkin tidak merasa puas dengan pelayanan BPJS. 

Menurut saya, apa yang dialami oleh para pasien BPJS belum sedrastis dengan yang dialami oleh para pasien NHS. Bedanya, kebanyakan warga negara Inggris percaya dan bangga dengan NHS. Mereka percaya pada layanan yang diberikan oleh sistem kesehatan yang disediakan oleh pemerintah mereka. Tentu saja ada warga yang mengeluh lambatnya penanganan NHS, karena layanan ini memang belum sempurna.

Mari, sebelum memviralkan ketidakpuasan seseorang akan layanan BPJS, kita pelajari dulu aturan yang ada di BPJS. Memang ada kasus-kasus kesehatan yang diharapkan bisa ditangani oleh dokter BPJS, tanpa perlu dirujuk ke spesialis atau rumah sakit. Mari berempati juga dengan para dokter BPJS, yang dibayar sangat murah, tetapi kemudian kita tuduh macam-macam.

Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi bahan refleksi bagi banyak pihak. Saya juga mau seperti warga Inggris, yang merasa bangga dengan layanan kesehatan yang disediakan oleh negara saya. Salam sejahtera :)