Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

Upaya Memperkenalkan Indonesia di Luar Negeri oleh Diaspora

2 Juli 2022   18:50 Diperbarui: 2 Juli 2022   18:53 75 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Koteka Talk hari ini menampilkan Siti Asiyah, seorang diaspora yang gigih memperkenalkan Indonesia melalui musik. Acara yang dipandu oleh Ony Jamhari ini diselenggarakan oleh Koteka, komunitas traveler Kompasiana.

Siti Asiyah adalah putri Indonesia kelahiran Purworejo, sempat kuliah di IKIP Muhammadiyah Yogyakarta. Baru di tingkat satu, ada tawaran untuk keliling dunia dengan bersepeda. Sitipun berhasrat mengambil kesempatan ini, karena ia memiliki tekad untuk melihat Islam di dunia. Kuliah dapat dilakukan setelah pengembaraan selesai.

Yang sulit adalah memperoleh izin dari orang tuanya, syaratnya harus menikah dengan pengundangnya, karena mereka hanya akan mengembara berdua.Setelah menikah, baru diizinkan berangkat.

Akhirnya berhenti kuliah dan berlatih bersepeda Yogyakarta - Bali. Setelah latihan dirasa cukup, lalu membeli sepeda gunung (mountain bike) di Singapura , lalu berangkat menuju Malaysia dan melanjutkan ke Thailand. Setelah menjelajahi Asia (India, Pakistan, Iran, Nepal, dan lain-lain) lalu menuju Turki, Italia dan Eropa.

Setelah 3,5 tahun karena merasa terganggu oleh hujan, lalu mengganti sepeda dengan caravan, dan berlanjut hingga total 7 tahun. Siti berangkat saat berusia 22 tahun, berkelana keliling dunia selama 7 tahun. Pengalamannya banyak diliput oleh media massa.

Pernah mengalami kesulitan saat di India, sehingga terpaksa tinggal cukup lama di India karena tidak diperbolehkan kembali ke Jerman, namun akhirnya masalah teratasi dan berhasil pulang ke Jerman.

Saat berkeliling dunia, Siti menyaksikan bahwa Islam dapat berkembang dengan pesat karena adanya toleransi beragama yang baik. Dan Islam yang benar adalah yang damai, tidak penuh jekerasan.

Karena sudah memiliki tiga anak dan sudah saatnya masuk sekolah, akhirnya Siti memutuskan untuk menetap di Jerman, tepatnya di Bonn.

Siti yang tidak bisa diam, akhirnya mengisi hari-hatinya dengan bermusik, menyanyi, bermain gitar dan menciptakan lagu.

Kemampuan bermain gitar dipelajari secara otodidak saat keliling dunia. Saat harus menunggu di lokasi, dan Siti rindu dengan tanah air, Siti selalu bermain gitar sambil menyanyikan lagu-lagu jegemarannya. Eh, malah disangka ngamen hingga menerima uang dari warga yang lewat. Akhirnya Siti ngamen beneran dan dari uang yang dikumpulkan berhasil untuk membeli rumah di Tambun, Bekasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan