Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara Pilihan

Anak Bertanya kepada Bapak (Lingkungan - Bagian 7)

12 Februari 2019   05:42 Diperbarui: 12 Februari 2019   05:42 17 2 0
Anak Bertanya kepada Bapak (Lingkungan - Bagian 7)
Poster Lingkungan (sumber: www.holidaysoo.com)
Lingkungan hidup harus dipelihara dan dijaga untuk kehidupan yang lebih baik bagi anak cuci kita. Beberapa tindakan manusia yang tergolong merusak lingkungan adalah membuang limbah sembarangan, penggunaan bahan yang sulit di daur ulang, menggunakan bangunan yang memicu pemanasan global, penebangan hutan liar, pemburuan satwa langka, penangkapan ikan besar-besaran dan lain-lain.

Anak : "Pak, apakah selama ini Pemerintah sudah peduli terhadap lingkungan hidup ?"

Bapak : "Tentu sudah nak, simak saja Lingkungan Hidup yang semula berupa lembaga negara, kini sudah ditingkatkan menjadi Kementerian yang dipimpin seorang Menteri yang bertanggung jawab langsung pada Presiden.

Pemerintah saat ini prestasi di bidang lingkungan hidup dinilai baik, karena berhasil mengurangi secara cepat kebakaran hutan, yang dulu selalu terjadi pada musim kemarau. Sehingga Indonesia sering dijuluki negara pengekspor asap oleh negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Pemerintah saat ini juga berhasil mencegah illegal fishing, pencurian ikan besar-besaran di laut dan perairan Indonesia berhasil dicegah dengan tegas. Kapal pencuri yang tertangkap tangan, langsung ditenggelamkan. Kini pertumbuhan hasil laut Indonesia meningkat pesat, dan rakyat sangat disarankan menyantap ikan yang lebih sehat."

Anak : "Tapi sungai-sungai di Indonesia masih tampak kotor dan sering tercemar, apa tindakan yang sudah dilakukan Pemerintah?"

Bapak : "Pembersihan sungai dari sampah serta mencegah pendangkalan sudah dupayakan. Bahkan saat Provinsi DKI Jakarta dipimpin BTP-Djarot sungai-sungai yang mengalir melalui kota Jakarta sudah tampak rapi dan jernih, tidak kalah dengan sungai-sungai di Eropa.

Kini sungai Ciliwung yang terkenal paling tinggi pencemarannya, karena di hulunya merupakan kawasan industri dengan pengusaha yang nakal yang sering membuang limbah pabriknya secara langsung ke badan sungai (terutama pada saat musim hujan) tanpa melakukan pengolahan terlebih dulu.

Program Ciliwung Bersih dikomandoi langsung oleh Presiden, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara legalitas menyisir dengan teliti semua kawasan industri dan mewajibkan semua pabrik yang menghasilkan limbah untuk membuat fasilitas pengolahan air limbah maupun mengirimkan limbah padatnya ke pemanfaat limbah berizin.

Kini sungai Citarum sudah mulai bersih dari pencemaran, semoga bisa terus dipertahankan dan tidak kembali dicemari oleh pengusaha-pengusaha nakal yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Komunitas peduli lingkungan juga terus digalakkan dengan pelatihan memanfaatkan sampah rumah tangga untuk kompos, menggerakkan bank sampah atau menggunakan sampah sebagai tiket transportasi, serta melatih pemanfaatan halaman rumah terbatas dengan menanam tanaman hidroponik yang lebih sehat bagi masyarakat."

Anak : "Wah ternyata kegiatan yang peduli lingkungan sudah banyak ya. Dengan demikian kelestarian lingkungan akan dapat dinikmati oleh generasi mendatang."