Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Konsultan

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Artikel Utama

Memahami "Aquaplaning"

1 Februari 2019   18:47 Diperbarui: 2 Februari 2019   03:52 242 4 1
Memahami "Aquaplaning"
Berkendara dengan jalanan tergenang air (sumber: autoscraze.com)

Pada musim hujan di Indonesia periode bulan Oktober -- Maret sering kali Anda membaca berita yang sangat menyayat hati, "Mobil Ngebut Tiba-Tiba Melintir, Terbalik di Tol Saat Hujan Deras" atau "Mobil Remuk Terbalik Terpelanting Tabrak Pembatas Tol". Kenapa kecelakaan di jalan raya ini mesti terjadi?.

Seharusnya Anda menyadari bahaya berkendara di musim hujan, karena Anda harus bersikap positif terhadap keselamatan diri. Selalu pikirkan "Safety First".

Menurut para ahli otomotif ada yang disebut sebagai efek Aquaplaning atau Hydroplaning, yang sering terjadi pada saat hujan turun pada saat seseorang mengendarai mobilnya di jalan raya, yakni suatu gejala tiba-tiba setir atau kemudi mobil seakan-akan menjadi sangat ringan. Bahaya menanti di depan Anda, bila jalan raya dipenuhi oleh genangan air akibat hujan deras.

Kenapa efek Aquaplaning berbahaya? Karena pada saat mobil menginjak genangan air dengan kecepatan tinggi, ban seakan tidak menyentuh aspal lagi, tetapi justru melayang di permukaan air.

Hal ini makin diperparah bila mobil yang digunakan dengan kecepatan tinggi ini, memiliki kondisi ban yang kurang baik, haus, sudah halus alias gundul. Dalam kejadian ini, mobil secara tidak terkendali melayang di atas aspal. Hal inilah yang memicu kecelakaan lalu lintas seperti yang ada pada judul berita di atas.

Kejadian serupa juga sering dialami pada pesawat terbang saat mendarat (landing) dalam kondisi hujan lebat, sehingga runway dipenuhi genangan air.

Pada kejadian ini pesawat seperti terlontar atau memantul dari permukaan landasan akibat mendarat pada landasan yang digenangi air, dan hal ini makin diperparah karena dapat berakibat sistem pengereman tidak berfungsi maksimal.

Bila pengereman tidak dapat berlangsung dengan sempurna, pesawat terbang dapat mengalami kecelakaan seperti keluar dari jalur pacu landasan.

Masih disebut sebagai kecelakaan ringan, bila hanya roda depan pesawat saja yang rusak, namun bisa juga terjadi badan pesawat patah, atau bila ada percikan api, dapat saja pesawat mengalami kebakaran bahkan meledak, yang dapat membahayakan jiwa penumpang dan awak pesawat.

Kembali lagi ke mobil, jadi, agar Anda terhindar dari kecelakaan di musim hujan, ingatlah :

  • Periksa permukaan ban sebelum mulai bepergian
  • Jangan ngebut pada saat terjadi hujan lebat yang banyak menimbulkan genangan di jalan raya

Dengan demikian pada musim hujan, para pengemudi mobil dan pilot pesawat terbang harus ekstra hati-hati. Think Safety, Safety First.