Mohon tunggu...
Susi Qory Utami
Susi Qory Utami Mohon Tunggu... squ1702

"Dia tahu aku mencintainya,tapi aku mencintainya lebih dari yang dia ketahui.” -Rumah Sufi-

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cinta Tak Terungkap sampai Menua

20 Juni 2021   08:51 Diperbarui: 20 Juni 2021   08:53 48 3 0 Mohon Tunggu...

Suri sudah semester dua kuliah Pascasarjana Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di kotanya. Program studi baru pada pertengahan tahun 2015. Mahasiswa yang mengambil program studi ini awalnya berjumlah enam orang. Namun ada kendala dengan satu mahasiswa, yang memang Dosen dari kampus lain mengundurkan diri. Tersisa lima orang menempuh mata kuliah sampai semester akhir. Terdiri dari tiga mahasiswi layaknya Srikandi yakni Suri, Mulia dan Ratu. Dua mahasiswa yakni Pak Abdi dan Pak Syaif.


Tiga mahasiswi saat itu masih tidak mempunyai gandengan alias jomblo. Mereka mempunyai cerita cinta yang berbeda. Mulia, cewek yang sangat lembut dan tak bisa di perlakukan dengan kasar. Ratu, cewek yang sangat berani mengeluarkan pertanyaan dan pendapatnya saat diskusi di dalam kelas. Berbeda dengan kedua mahasiswa yang memang sudah berstatus Bapak. Bapak Abdi, seorang yang sangat santun tutur katanya. Selalu memberikan solusi dan nasihat baik atas persoalan yang telah terjadi kepada tiga mahasiwi. Bapak Syaif, seorang yang tidak bisa ditebak. melakukan semua hal sendiri. Tidak terlalu dekat dengan tiga mahasiswi.

 
Awal tahun 2016 tepatnya di bulan April, satu mata kuliah yakni Media Pembelajaran hanya beberapa kali saja untuk pembahasan teori. Dosen pengampu mata kuliah Media Pembelajaran menginginkan setiap program studi menghasilkan satu produksi video pembelajaran. Rencana beliau mengajak program studi lain, Pendidikan Agama Islam terbagi dua kelas A dan B dalam mata kuliah Teknologi Pembelajaran. Dosen pengampu dua mata kuliah berdiskusi tentang rencana produksi video. 

Pertemuan selanjutnya, beliau menyampaikan hasil diskusi. Materi pembelajaran terkait teori dan produksi video di laksanakan keluar kota selama lima hari tiga malam di tempat pelatihan audio-visual. Hari dan tempat sudah ditentukan oleh pihak pelatihan dan dosen kampus. Kita menggunakan kereta api dan mobil untuk penjemputan yang telah disediakan. Tiga kelas dibagi tiga kelompok sesuai dengan pekerjaan sehari-hari yakni kelompok Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Suri dan teman satu kelasnya bertambah beberapa teman dari kelas Pendidikan Agama Islam B berada di kelompok Madrasah Ibtidaiyah yang akan memproduksi video pembelajaran tentang tayamum. Kelompok Madrasah Tsanawiyah video tentang salat Jamak Qashar dan kelompok Madrasah Aliyah tentang pernikahan.


Hari keberangkatan pun tiba. Suri beserta teman-teman dan dosen sudah berada di stasiun kota. Mereka menunggu kereta api dari kabupaten sebelah yang akan mengantarkan ke tempat pelatihan yang jauh. Pukul 09.00 kereta api datang dan bersiap menurunkan sekaligus menaikkan penumpang. Hanya selang beberapa menit, kereta api berangkat melaju sampai ke kota tujuan akhir. Kereta api menempuh selama sepuluh jam perjalanan. Lamanya perjalanan kereta api digunakan bercanda ria, berbincang dengan teman atau penumpang lain, menyantap bekal dan beristirahat. Suri, Mulia dan Ratu duduk dalam satu tempat duduk.


"Ri, nanti kalau udah sampai sana kamu sekamar sama aku ya?", pinta Mulia.


"iya deh", jawab Suri.


"Loh mbak, terus aku tidur sekamar sama siapa?", Ratu kaget.


"Aku sudah sama Suri mbak sekamar. Sampean sama yang lain saja", kata Mulia dengan lembut.


Obrolan singkat membuat Suri tidak enak kepada Mulia dan Ratu. Suri beranjak pergi dan berjalan menuju ke tempat duduk teman yang lainnya. Suri sudah bisa menebak jika bertiga pastinya ada salah satu yang mengalah. Saat jam kuliah saja, salah satu diantara mereka sedang curhat tentang masalah yang di alami baik itu kantor atau rumah. Mereka bertukar pendapat atau hanya dua orang saja, satunya asyik dengan handphone. Sekadar membalas chat dan main game.

   
Pukul 19.45 kereta api telah sampai pada stasiun akhir. Hujan deras mengguyur kota itu. Mobil penjemputan menunggu kedatangan peserta mahasiswa pelatihan. Mereka berlarian menuju mobil agar tidak basah kuyup. Mobil melaju menerjang hujan deras dan sekitar 20 menit sampai pada tempat pelatihan. Pihak pelatihan mengantar seluruh peserta menuju wisma yang telah disiapkan. Mulia dengan cepat memilih kamar dan mengajakku. Dia mendapat kamar di bagian tengah dari tiga kamar. Ujung utara ada tiga kamar mandi. Depan kamar sungai dan tanaman bambu tinggi menjulang.


"Ri, disini kamar kita", kata Mulia.


"Iya Mulia. Terus Ratu tidurnya dimana dan sama siapa?", tanya Suri.


"Dia sudah sama Fia dan Lia di Wisma belakang kamar kita", jawab Mulia.


"Aku gak enak sama Ratu. Aku gak papa sama yang lain. Sepertinya Ratu ingin sekamar sama kamu", lirih Suri.


"Aku sama kamu saja. Aku gak mau sama dia. Udah ah, ayo masuk. Kita beberes dan mandi", ajak Mulia.


"Iya deh. Aku lapar lo ini. Makan dulu sebelum pergi tidur", rengek Suri.


"Udah aku pesanin makanan buat kita berdua. Tadi pihak pelatihan mau belikan makan buat kita semua", jelas Mulia.


"Alhamdulillah. Bisa tidur nyenyak nih aku", Suri gembira.


Mereka mengeluarkan pakaian selama pelatihan di letakkan ke dalam lemari. setelah selesai, bergantian membersihkan diri selama perjalanan tadi dan makan sekaligus beristirahat untuk kegiatan padat besok.

Adzan subuh berkumandang, semua sudah bersiap mandi dan salat subuh. Pelatihan akan di mulai jam 07.00 setelah sarapan. Letak ruang makan berada jauh dari wisma. Tempat pelatihan banyak di tumbuhi tanaman dengan suasana pedesaan. Kita berjalan menuju ruang makan dengan menikmati sekeliling yang ada di sana. Kita menikmati sarapan pagi dengan semangat menggebu dalam mengikuti pelatihan seharian nanti. Ruang pelatihan tidak berdekatan dengan ruang makan. Kita masih harus berjalan menuju ruang pelatihan.


Tiga kelompok sudah berkumpul dalam ruang pelatihan. Pelatihan di mulai dengan beberapa sambutan terlebih dahulu dari pihak pelatihan dan dosen kampus. Pihak pelatihan kampus memperkenalkan tutor-tutor yang akan menemani saat praktik pembuatan video pembelajaran. ada empat tutor yang semuanya laki-laki, satu tutor yang akan memberikan teori tentang media pembelajaran, Kak Di namanya. Tiga tutor lainnya Kak Niko, Kak Yosef dan Kak Andri.


Kak Di, tutor teori media pembelajaran memperkenalkan diri. Beliau menyampaikan beberapa agenda dalam hari ke depan. Saat menjelaskan, Suri tampak melihat Kak Di dengan seksama. Dalam hatinya bergumam, "loh, orang ini". Timbul sesuatu yang tak biasa dengan diri dan juga hatinya. Agenda yang akan diikuti oleh semua peserta pelatihan, berisi teori dari pagi sampai malam dengan beberapa waktu istirahat ishoma. Teori media pembelajaran di jelaskan oleh Kak Di dalam waktu sehari. Mereka kembali beristirahat untuk kegiatan esok harinya.


Suri dan Mulia bercerita sekaligus melepas lelah hari pertama mengikuti pelatihan.


"Eh, tutor Kak Di enak tadi jelasin teorinya", kata Suri sambil tersipu.


"Iya santai ya, Ri. Kenapa wajahmu jadi berseri gitu?", pandang Mulia.


"Apaan Mulia. Nggak kali. Aku hanya melihat beliau jelasin saja tadi seharian", timpal Suri.


"Bohong. Kamu suka ya sama Kak Di? Hayo", Mulia iseng.


"Tau ah, aku mau tidur saja. Capek", tegas Suri sambil menarik selimut.


"Kamu kalau tidur tangannya jangan bersedekap. Nggak bergerak, posisimu tetap. Aku takut lo", suara Mulia keras.


"Posisi tidurku memang gitu. Aku enak tidurnya", kata Suri dengan suara mulai tertidur. 


Hari kedua pelatihan, teori terakhir tidak sampai waktu siang hari karena harus mempraktikkan dalam pembuatan video pembelajaran. Ketiga kelompok membagi semua tugas sesuai kesepakatan kelompok. Ada menjadi model video pembelajaran, cameraman, lighting dan editing. Mulia dan Pak Syaif terpilih memerankan sebagai Abi dan Umi. Dalam videonya bercerita tentang pasangan suami istri sedang dalam perjalanan keluar kota. Ketika singgah di suatu tempat melaksanakan salat Zuhur. Air di daerah setempat sedang mengalami kekeringan. Pak Syaif sudah mencari kemana-mana, dan Mulia memberi tahu bisa dengan tayamum pengganti wudhu. lalu, Pak Abdi mempraktikkan tayamum dengan benar. Pembuatan video melakukan dengan banyak pengulangan. Videonya berakhir sebelum maghrib dan malam di lanjut dengan editing video guna kegiatan besok pagi.

 
Hari ketiga, ketiga kelompok mempresentasikan hasil video pembelajaran sesuai jenjang sekolah. Hasil dari presentasi di beri penilaian dan komentar dari Kak Di pada acara penutup pelatihan. Kak Di memilih kelompok jenjang Madrasah Ibtidaiyah untuk video pembelajaran yang bagus. Suri dan kelompoknya sangat senang sekali atas apresiasi dalam hasil video mereka. Pelatihan di tutup dan semua peserta kembali ke Wisma untuk acara santai yakni jalan-jalan menikmati suasana kota dan berkemas. Besok semua peserta pelatihan kembali pulang dengan kereta api pagi. Sebelum keluar ruangan, ada sesi foto bersama tutor yang lainnya. Suri berfoto bersama Kak Di bergantian dengan Ratu. Tanpa menunggu lama, hasil jepretan langsung upload di Media Sosial.


Suri telah bersiap jalan-jalan sore bersama teman-teman. Suri mengunjungi Wisma teman yang lain. Melihat satu persatu Wisma dari ujung dekat kolam renang dan belakang kamarnya. Ada Ratu, Laila dan Fia. Suri mencari informasi tentang Kak Di.


"Fia, Kak Di tutor kita orangnya asyik ya. Rambutnya gondrong, tinggi pula", kata Suri.


"Iya, Ri. Santai orangnya kalau jelasin teori media pembelajaran", tambah Fia.


"Beliau sudah nikah belum ya?", tanya Suri.


"Nggak tahu ya, memang kenapa?", tanya Fia.


"Nggak papa kok Fi", sahut Suri.


Pagi cerah menyambut semua peserta untuk kembali ke kota asal. Mobil sudah disediakan lagi untuk mengantar ke stasiun. Kereta api berangkat jam 07.20. Sepuluh jam perjalanan dinikmati dengan rasa senang pulang ke rumah. Hari efektif kerja sudah menanti dengan berbagai pekerjaan. Suri juga membawa pulang perasaan terpendamnya kepada Kak Di.


Hari Jumat, perkuliahan masih aktif dengan berbagai mata kuliah pada pertemuan masih beberapa kali. Suri melihat media sosial, ada beberapa notifikasi. Dia membuka satu persatu. Satu komentar pada foto Suri bersama Kak Di. Naufal mengomentari foto tersebut. Suri membaca dengan kaget.


"Sopo kameramene iku yo? Sosial mediane Kak Di jenenge Pak Di, Ri. Ndang add", tulis Naufal.
"Sich, iyo ta? Iyo awakmu sing moto", balas Suri.


Tanpa berpikir panjang Suri menambahkan Kak Di sebagai teman di sosial media. Suri melihat semua aktivitas Kak Di hanya sebatas di sosial media saja. Sesekali menyukai foto atau sekadar tulisan dari beliau dan meninggalkan komentar. Terkadang begitu juga Kak Di pada aktivitas Suri di sosial media. Keseharian Suri bekerja di salah satu Sekolah dasar Negeri di kotanya. Setiap tahun memang ada program study tour ke kota Kak Di tinggal. Suri juga sempat memberi kabar kepada beliau lewat pesan instan di sosial media, bahwa akan melakukan study tour dalam beberapa hari. Kak Di membalas dan jika ada waktu luang bisa bertemu walaupun hanya menikmati kopi, suasana kotanya dan mengobrol.

Dua tahun study tour, Suri sakit dan tidak memungkinkan untuk berangkat. Suri mengirimkan pesan kepada Kak Di karena tidak jadi berangkat. Akhir tahun berikutnya, Suri mendapatkan hadiah liburan karena menyelesaikan kuliah Pascasarjana dengan baik dan lancar. Suri mengajak sepupunya untuk mengambil cuti dan pergi bersama ke luar kota. 

Suri kembali memberi kabar kepada Kak Di akan mengunjungi kotanya. Kak Di membalas akan menunggu kabar jika Suri telah sampai dan memberikan nomor handphonenya. Suri menyimpan untuk memberi kabar nanti. Saat akan mengirim pesan instan, Suri melihat aktivitas Kak Di dengan teman-temannya. Suri berpikir beliau sibuk dengan jadwal kampus. Suri mengurungkan untuk memberi kabar dan sampai akhirnya Suri kembali pulang dan tidak sempat bertemu dengan Kak Di.


SB, 230520

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x