Mohon tunggu...
Suradin
Suradin Mohon Tunggu... Duta Besar - Penulis Dompu Selatan

Terus Menjadi Pembelajar

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal

Puluhan Guru Gelar Aksi Solidaritas di Polsek Hu'u

3 Desember 2021   13:00 Diperbarui: 3 Desember 2021   13:25 1094 9 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Kasus pengeroyokan terhadap oknum guru yang diduga dilakukan oleh wali murid di SMAN 1 HU'U (2/12), mendapat kecaman dari sejumlah guru dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat.

Guru bernama Syafrudin (36) itu mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari wali murid, hanya karena  anaknya mendapatkan teguran. Akibat pengeroyokan yang diduga wali murid itu membuat wajah dan jari manis guru matematika  tersebut patah.

Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Pasca kejadian dengan di dampingi keluarga dan sejumlah guru lainnya, akhirnya kasus tersebut di laporkan kepada pihak kepolisian, dan tidak berselang lama pelaku pengeroyokan dapat di amankan di kantor Polsek Hu'u.

Di media sosial, ramai dengan kecaman puluhan guru dari berbagai daerah. Mereka menganggap tindakan main hakim sendiri itu sama saja menginjak harkat martabat seorang guru. Profesi mulia ini dilecehkan, dan  solidaritas pun mengalir dimana-mana dan mengutuk peristiwa tersebut.

Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Kemudian puluhan guru mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se - kecamatan Hu'u, turun melakukan aksi solidaritas dan mengutuk tindakan pengeroyokan terhadap guru matematika tersebut, Jumat, (3/12/21).

Aksi solidaritas ini di mulai dari kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kecamatan Hu'u, lalu kemudian mengarah ke kantor Polsek Hu'u. Di depan kantor polsek, beberapa guru bergantian menyampaikan orasinya dengan menggunakan pengeras suara. Mereka meminta kepada pihak kepolisian untuk memberi hukuman yang setimpal kepada pelaku pengeroyokan.

Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Puluhan guru ini bahkan menghimbau kepada semua sekolah untuk tidak menerima peserta didik yang bermasalah tersebut dan dikembalikan saja kepada orang tuanya. Mereka merasa geram karena guru yang seharusnya dihormati justru diperlakukan secara tidak manusiawi.

"No damai, no negosiasi" Tegas Sahrul selaku Koordinator aksi

Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Bahkan puluhan guru ini meminta pelaku diperlihatkan di depan puluhan guru yang hadir. Namun demikian, pihak kepolisian awalnya tidak memenuhi harapan tersebut karena dianggap melanggar standar operasional prosedur pihak kepolisian. Tapi setelah negosiasi yang alot, maka beberapa perwakilan guru di berikan kesempatan untuk melihat langsung pelaku yang sedang mendekap di dalam sel.

"Kami berjanji akan bertindak tegas pelaku pengeroyokan dan akan segera ditindak lanjuti hingga ke tahap Polres hari ini juga" Tegas Agustamin, SH, selaku Kapolsek Hu'u, Jumat, (3/21).

Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Kecaman juga datang dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lewat Nuraini,S.Pd, lembaga yang menaungi guru ini mengecam keras tindakan main hakim yang diduga di lakukan oleh wali murid tersebut.

"Yang pasti PGRI mengutuk keras pengeroyokan ini, upaya hukum ini akan tetap terus di kawal oleh PGRI dan In Shaa Allah akan memberikan bantuan hukum kepada korban" Ucapnya penuh semangat, Kamis, (2/12)

Dokpri. Suradin
Dokpri. Suradin
Lebih lanjut, pihaknya mengajak semua stakeholder agar ke depan kejadian seperti ini bisa diminimalisir dan hal ini harus menjadi atensi semua pihak agar dunia pendidikan ini bisa terjaga marwahnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan