Mohon tunggu...
Supli Rahim
Supli Rahim Mohon Tunggu... Pemerhati humaniora dan lingkungan

.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Janji Kita kepada Allah

8 Januari 2020   06:18 Diperbarui: 8 Januari 2020   07:56 138 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Janji Kita kepada Allah
Dok.pri

Bismillah, Alhamdulillah, Allahumma shaliala Muhammad.

Kita ini makhluk ciptaan Allah. Sebagai ciptaan kita ada kelebihan tetapi banyak kekurangan. Kelebihan kita adalah bahwa kita bisa menjadi makhluk yang melebihi malaikat jika kita taqwa pada Allah. Tetapi kekurangan kita manusia adalah kita bisa menjadi lebih hina dari binatang melata. 

Apa saja janji kita kepada Allah  dan apa keutamaan menepati janji kepada Allah? Tulisan berikut mencoba memaparkan sejumlah janji kita kepada Allah dan apa manfaat menepati janji kepadaNya.

Pertama, janji mentauhidkan Allah. Kita sebagai ciptaan Allah harus meyakini bahwa suatu waktu di alam arwah kita pernah berjanji kepada Allah. Apa janji kita? Di dalam Qur'an suart alA'raf ayat 172 Allah berfirman "bukankah Aku ini Rabb kalian. Maka kontan kita para arwah menjawab "benar sekali". 

Inilah janji pertama kali di alam arwah sebagai ciptaan Allah pada fase awal penciptaan kita. Kapan itu terjadi? Ada yang berpendapat bahwa perjanjian ruh manusia berjanji kepada Allah untuk tidak menyekutukan Allah pada 50 ribu tahun sebelum kita dilahirkan. Setelah berjanji ruh manusia kembali ke alam ruh. 

Setelah ruh dimasukkan kedalam jasad calon bayi di dalam rahim ibu barulah kita memulai fase kehidupan selanjutnya. 

Kedua, janji tidak menyembah syaithan. Ketika manusia di alam arwah mengatakan bahwa Allah Rabb mereka maka berarti mereka sudah beejanji tidak akan menyembah syaithan. Untuk perkara ini Allah mengutus banyak nabi dan rasul. Tidak kurang 212.000 ribu nabi dan rasul diutus sejak nabi Adam dikirim ke bumi. 

Di antara nabi dan rasul itu hanya 25 orang yang disebut di dalam alquran. Secara khusus di dalam Alquran surat Yassin ayat 60 Allah melarang agar manusia tidak menyembah syaithan. Hari ini kita dapat saksikan banyak sekali manusia yang menyembah syaithan. 

Kalaupun tidak menyembah syaithan tetapi berbuat baik kepada syaithan. Seperti apa? Berbuat baik kepada syaithan itu antara lain dalam makan kita banyak menyisakan makanan, dalam memenuhi keperluan hidup kita banyak mubasir misalnya pakaian terlalu banyak, perabot terlalu banyak, harta terlalu banyak tanpa digunakan. Ini semua adalah perilaku mubazir. Sedangka. Mubazir adalah saudara syaithan.

Ketiga, semua nikmat adalah perjanjian kepada Allah. Nikmat-nikmat itu mesti dipertanggungjawabkan. Nikmat diberi mata mesti digunakan untuk melihat kebaikan, untuk memandang dengan baik dan memilih jalan kebaikan. Nikmat telinga mesti disyukuri sebagai fasilitas unuk mendengarkan kebenaran maupun berbagi kebaikan.

Nikmat harta, nikmat ilmu, nikmat berkeluarga, nikmat jabatan dan nikmat makan dan minum semua mesti dipertanggungjawabkan kepada Allah. Semua itu mestinya digunakan untuk mengenalkan Allah, mengajak taat  padaNya, tidak berbuat kerusakan di muka bumi, tidak zalim kepada sesama dan tidak zalim kepada ciptaan Allah yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x