Mohon tunggu...
Travel

Curug Omas Maribaya, Menapaki Iklim Kota Bandung di Masa Lalu

27 April 2019   20:41 Diperbarui: 28 April 2019   09:11 0 0 0 Mohon Tunggu...
Curug Omas Maribaya, Menapaki Iklim Kota Bandung di Masa Lalu
img-20190427-180739-013-01-5cc45c6295760e7516630b42.jpeg


Siapa yang tidak mengenal Kota Bandung, Kota Peyem dengan sejuta keindahan. Paris Van Java yang eksistensinya sudah tersohor di pelosok negeri baik Lokal maupun Mancanegara. Sejauh orang mengenal Kota Bandung, persepsi mereka tentang Kota Bandung di masa lalu? apa bedanya Bandung di masa lalu dengan Bandung sekarang? Top rating nya adalah dahulu Kota Bandung itu dingin, sejuk dengan jutaan oksigen yang mengelilinginya.

Sejak dahulu, Kota Bandung memang dikenal sebagai kota yang memiliki tingkat kedinginan tinggi jika dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Temperatur udara minimum Bandung (1981-2010) normalnya berkisar antara 17,6-18,1 derajat celcius sedangkan temperatur udara maksimum kota Bandung berada pada kisaran 28,5-29,5 derajat celcius. Akan tetapi saat ini dominasi temperatur udara minimum Kota Bandung mencapai 20-34 derajat celcius. Ahli Konversi Energi ITB, Yuli Setyo Indratono mengatakan bahwa rata-rata suhu udara di daerah perkotaan mengalami kecepatan kenaikan sebesar 0,05 derajat celcius setiap tahunnya. Ilmuwan ini pun menyakini 95% terjadi akibat pemanasan global seperti yang melanda Kota Bandung saat ini.

Tetapi jangan khawatir, jika warganet ingin merasakan Kota Bandung masa lalu yang identik dengan dingin dan sejuknya, cobalah berkunjung ke sebuah tempat yang mana warganet akan dimanjakan dengan pesona Alam yang menakjubkan seperti merasakan kembali Kota Bandung di masa lalu (Perspektif pribumi). 

Terletak di Komplek Taman Hutan Raya Ir.  H.  Juanda Kota Bandung, kawasan curug Omas Maribaya salah satunya. Curug yang dalam bahasa Indonesia bermakna air terjun ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki Pulang Pergi sejauh 9.6 Km dari titik awal keberangkatan yaitu Pos Utama Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda Kota Bandung.

Sekilas tentang Taman Hutan Raya (THR) Ir.H. Juanda, merupakan kawasan konservasi yang memadukan antara alam sekunder dengan hutan tanaman yang terletak di Jln. Ir.H. Juanda Kota Bandung. Siapakah Ir. H. Juanda? Beliau merupakan Perdana Menteri terakhir era demokrasi parlementer di Indonesia. Beliau berjasa besar dalam deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Isi dari deklarasi tersebut berupa pernyataan bahwa semua pulau dan laut nusantara adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Peresmian Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda dilakukan pada tanggal 14 januari 1985 oleh Presiden Soeharto dan ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya pertama di Indonesia.

Sepanjang perjalanan menuju curug Omas Maribaya, warganet akan disuguhi dengan keindahan alam yang begitu mempesona, gerombolan binatang  yang berkeliaran di sepanjang perjalanan, pohon-pohon besar rimbun menjulang tinggi dan beberapa diantaranya mungkin sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun, bunga-bunga liar yang tumbuh bertebaran di area hutan dan masih banyak lagi lainnya. 

Di perjalanan, warganet juga bisa melewati sebuah terowongan sebagai jalur alternatif untuk men ”discount” rute menuju curug Omas Maribaya agar lebih dekat. Terowongan tersebut bernama goa Belanda. Konon goa Belanda yang panjang lorongnya 547 meter di areal seluas 0,6 hektar ini merupakan terowongan peninggalan bangsa Belanda. Kondisi goa sangat gelap gulita sehingga membutuhkan alat penerangan khusus untuk melewatinya. 

Setelah berhasil melewati goa Belanda, selanjutnya perjalanan lebih menantang akan ditemui untuk menuju ke curug. Beberapa rintangan berupa jalanan licin bebatuan, beberapa genangan air  rembasan mata air dari hutan dan jalanan tinggi menanjak. Disitu tenaga dipastikan semakin terkuras, tetapi warganet tidak perlu khawatir, banyak area peristirahatan yang telah disuguhkan warga setempat untuk sekedar mampir melepas dahaga sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Makanan “Leupeut” dengan cocolan sambal oncomnya, pisang tanduk bakar legit atau air kelapa muda yang menyegarkan bisa menjadi pilihan. 

Destinasi curug Omas Mariabaya ini juga terhitung cukup ramah bagi para trekking pemula di Bandung. Hanya dengan merogoh kocek Rp. 15.000 kemudian mendapat “Gelang Cantik” sebagai penanda untuk bersiap dimanjakan oleh pesona alam curug Omas Maribaya. Tidak hanya dengan berjalan kaki, alternatif lain seperti bersepeda gunung juga bisa menjadi pilihan. Akan tetapi jika tidak  terbiasa melewati lintasan licin berbatu, dianjurkan berjalan kaki saja. Satu tips lagi untuk mencari momen yang bagus, dianjurkan melakukan perjalanan di pagi hari, disaat tubuh dan tenaga masih fresh dengan sekumpulan oksigen yang tentunya masih melipah di sepanjang perjalanan.

Ketika warganet sudah menemukan jembatan sungai serta melihat segerombol monyet melanglang buana di sekitar hutan, itu menandakan bahwa keberadaan curug Omas Maribaya sudah tidak jauh lagi. Gemericik air terjun pun sudah terdengar begitu syahdu dan siap untuk memanjakan mata. Lelahpun tetiba akan hilang dibuatnya. Selamat menikmati pemandangan curug Omas Maribaya dan rasakanlah iklim Bandung di masa lalu. Rekomendasi tempat terbaik untuk sejenak mendamaikan hati dan fikiran dari penatnya hari-harimu. Selamat merancang destinasi wisatamu kawan..!