Mohon tunggu...
Sulfiza Ariska
Sulfiza Ariska Mohon Tunggu... Penulis - Halo, saudara-saudara sedunia. Apa kabarmu? Semoga kebaikan selalu menyertai KITA.

Penulis penuh waktu. Lahir di Sumatera Barat dan berkarya di Yogya. Emerging Writer "Ubud Writers and Readers Festival" ke-11. E-mail: sulfiza.ariska@gmail.com IG: @sulfiza_indonesia Twitter: Sulfiza_A

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Optimalisasi Pemanfaatan Dana Zakat untuk Pemberdayaan Masyarakat di Era Teknologi Digital

23 Oktober 2019   23:45 Diperbarui: 23 Oktober 2019   23:59 166
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Poster zakat. Sumber: GagasanRiau.com. Editing: penulis

Pemisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalau pun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap (Hadits Riwayat Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: tidak ada seorang manusia terlahir kecuali dia lahir atas fitrah (kertas yang belum ditulis apa pun/masih putih). Maka kedua orangtuanya yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi (Hadits Riwayat Abu Hurairah ra).      

Riset Bruce Lipton mengenai programming memberi bukti kuat hadist di atas. Bahwa lingkungan dan orangtua sangat menentukan masa depan seorang anak. Programming memberikan jawaban pula mengapa masih banyak masyarakat Indonesia yang miskin. Bahkan, hingga usia kemerdekaan RI mencapai 74 tahun, upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia masih berjalan tertatih dan tidak kunjung tuntas.

Pemerintah memang telah mengklaim terjadi penurunan jumlah penduduk miskin secara signifikan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada September 2014 jumlah penduduk miskin 27, 73 juta dengan persentase penduduk miskin 10,96%. Pada Maret 2019, jumlah penduduk miskin tinggal 25,14 juta dengan persentase penduduk miskin 9,41%.  

Tabel prubahan penduduk miskin di Indonesia. Sumber: BPS/republika.
Tabel prubahan penduduk miskin di Indonesia. Sumber: BPS/republika.
Namun, sebagai netizen yang akrab dengan kemiskinan, saya tidak terlalu bangga dengan perkembangan kemiskinan yang dinilai menurun tersebut. Sebab, bagi saya, angka 25,14 juta dengan persentase penduduk miskin 9,41% tetaplah besar. 

Selama lima tahun terakhir, saya bermukim di kawasan Kali Code Yogyakarta.  Di kawasan ini, sebagian masyarakat bisa disebut miskin dan sebagian lagi belum sejahtera. Tidak sulit untuk saya temukan warga yang tidak layak huni.

Sebagian masyarakat cenderung memiliki persepsi negatif terhadap warga yang mendapat label pendatang. Walaupun 'warga pendatang' tersebut hanya anak kos seperti saya; kecurigaan tetap timbul.

Pemukiman di Kalicode. Sumber: penulis.
Pemukiman di Kalicode. Sumber: penulis.
Pemukiman di Kali Code. Sumber: penulis
Pemukiman di Kali Code. Sumber: penulis
Hal itu menandakan telah terjadi perebutan sumber daya kehidupan antara warga lokal-pendatang. Persepsi negatif tersebut dimunculkan untuk menciptakan resisten atau proteksi antar sesama warga lokal. Akibatnya, saya yang bukan dari pendatang menjadi bagian dari kompetisi perebutan sumberdaya kehidupan khususnya di bidang perdagangan, tetap rentan dinilai negatif. 

Fenomena tersebut tidak bisa diabaikan. Kemiskinan atau ketidaksejahteraan menjadi benih-benih dosa dan perpecahan antar sesama saudara sebangsa dan setanah air. 

Pemukiman di Kali Code. Sumber: penulis
Pemukiman di Kali Code. Sumber: penulis
Sebagian warga di Kali Code tinggal di rumah yang tidak layak huni. Sumber: penulis.
Sebagian warga di Kali Code tinggal di rumah yang tidak layak huni. Sumber: penulis.
Warga di bantaran Kali Code. Sumber: penulis.
Warga di bantaran Kali Code. Sumber: penulis.
Fenomena kemiskinan di Indonesia tidak lepas dari upaya yang belum serius untuk membenahi mindset (re-programming/program ulang) yang tanpa disadari atau tidak; telah terkontaminasi orangtua/keluarga/lingkungan; sehingga menciptakan poor mindset dalam pikiran bawah sadar masyarakat yang menjadi subyek pemberdayaan (pembangunan) yang diselenggarakan pemerintah.

Inisiatif masyarakat untuk melakukan pembangunan/pemberdayaan mandiri cenderung masih rendah. Masyarakat pun rentan bersikap nrimo (mudah pasrah) yang mengukuhkan terdapatnya poor mindset dalam masyarakat Indonesia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun