Suko Waspodo
Suko Waspodo profesional

... pecinta kehidupan ...

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Memang Selayaknya 10% untuk Papua

14 Januari 2018   21:45 Diperbarui: 14 Januari 2018   22:13 1157 4 3
Memang Selayaknya 10% untuk Papua
liputan6 doc.

Begitu sibuknya kita dengan pemberitaan mengenai pencalonan untuk  kepala daerah pada Pilkada tahun ini sehingga kita hampir terlewatkan satu kabar gembira. Dua hari yang lalu Papua sah mendapatkan saham 10 persen untuk Freeport.

Kabar ini tentu membahagiakan untuk saudara-saudara kita di Papua, karena selama ini mereka hanya menjadi penonton saja ketika tanah mereka diperkosa. Papua akhirnya mendapatkan haknya yang memang seharusnya bertahun-tahun menjadi milik mereka..

Semestinya sejak dari dulu Papua memperoleh jatah dari Freeport, tetapi karena kerakusan dan kebodohan dari beberapa pejabat kita dahulu, membuat rakyatnya sendiri kelaparan dan menangis. Indonesia saja berpuluh tahun hanya punya 9,36 persen, sedangkan 80 persen lebih dimiliki PT Freeport Indonesia.

Akibatnya kita seperti orang dikunci mulutnya dengan tangan terborgol, melihat semua kemewahan yang dinikmati Freeport tanpa bisa merasakannya. Lebih parah lagi, yang dari hasil 9 persen itupun menjadi bancakan siapa saja yang merasa punya kepentingan disana.

Namun kemudian era berubah. Sejak era pemerintahan Jokowi, pemerintah pun mulai melawan. Lobi-lobi terus menerus dilakukan untuk bisa mengambil mayoritas saham di Freeport sebesar 51 persen. Selanjutnya dari 51 persen itulah Papua mendapat bagian 10 persen saham.

Tetapi perlu kita ketahui bahwa untuk mendapatkan kembali kendali di Freeport ini tidak gratis. Indonesia harus menyiapkan ratusan triliun rupiah untuk membeli saham di bursa Internasional. Itupun harus melobi pihak-pihak lain yang selama ini sudah bekerjasama dengan PT Freeport dalam hal pembagian sharing, seperti penambang Internasional Rio Tinto.

Begitu alotnya perundingan di meja-meja ini, membuktikan bahwa pemerintah Indonesia sedang ingin membuat sejarah baru menjadi pemilik sesungguhnya Freeport, bukan lagi sebagai kacung yang hanya dibayar seenaknya.

Dengan pemberian saham 10 persen kepada Papua, pemerintah pusat merangkul masyarakat Papua untuk berjuang bersama mendapatkan kembali kendali atas Freeport. Maka hal ini tentu saja  disambut gembira pemerintah daerah Papua..

Papua di masa Presiden Jokowi ini memang sedang dibangkitkan kembali ekonominya. Baru kali ini dalam sejarah berdirinya Indonesia, ratusan triliun dana dikucurkan untuk membangun infrastruktur disana yang menunjukkan keseriusan Jokowi untuk membangun kembali Papua.

Selamat untuk saudara-saudara kita di Papua. Kita yakin bahwa dengan kekayaan wilayahnya yang melimpah, apabila dikelola dengan benar, pasti suatu saat rakyat Papua akan merasakan kesejahteraannya dan bahkan bisa lebih kaya dari kita yang tinggal di daerah lain di negeri ini. Dan itu memang sudah layak dan sepantasnya untuk dinikmati oleh saudara-saudara kita di wilayah paling timur tersebut. Merdeka!!!

Salam damai penuh cinta.

***

Solo, Minggu, 14 Januari 2018

Suko Waspodo

www.sukowaspodo.blogspot.co.id