Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Hadirnya Trans Jateng dan Matinya Angkutan Umum Swasta di Banyumas

20 Februari 2020   07:14 Diperbarui: 20 Februari 2020   14:59 758 6 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hadirnya Trans Jateng dan Matinya Angkutan Umum Swasta di Banyumas
Trans Jateng Banyumas (Ft. Dok. Pribadi)

Masyarakat Karesidenan Banyumas khususnya Kabupaten Banyumas dan Purbalingga kini telah dapat menikmati Trans Jateng. Layanan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) bersubsidi dari Pemprov Jateng yang aman dan nyaman.

Armadanya tampil keren, Busnya ber-AC serta pelayanan yang cukup ramah telah memikat sebagian warga untuk rela antri menggunakan angkutan yang hanya berhenti pada halte-halte yang sudah disediakan pemerintah.

Pengalaman naik Trans Jateng saya nikmati 2 bulan lalu. Dari Jakarta saya turun di Stasiun Purwokerto, naik angkot ke Pasar Manis.

Sebelum naik bus saya ke pasar untuk menikmati kuliner tradisional di Pasar Manis. Dengan uang tak seberapa besar, perut kenyang.

Letak halte persis di depan pasar sehingga tak perlu ongkos lagi untuk naik Trans Jateng. Saya naik bus Trans Jateng tujuan Purbalingga, lanjut ke Bukateja. Saya naik dari Pasar Manis, Purwokerto. Dari halte mini bus akan menuju terminal Bulupitu, Purwokerto.

Di terminal tipe A ini, para penumpang harus turun, transit berganti bus tujuan Sokaraja, Jompo, Purbalingga dan berakhir di Bukateja.

Didalam Bus Trans Jateng (ft. pribadi)
Didalam Bus Trans Jateng (ft. pribadi)
Pengguna bus ini menyasar semua golongan. Dengan sistem pembayaran menggunakan kartu mobile pay penumpang bisa bayar tunai, lalu petugas akan menggesek kartu dan  memberikan tiket ke penumpang.

Sistem ini mempercepat, mempermudah pelaporan tiket dalam sistem komputer serta transparansi pembayaran. Modernisasi pembayaran ini juga menggantikan sistem manual yang biasa diterima kondektur bus.

Tarif untuk naik bus Trans Jateng dipatok Rp 3.500,- jauh dekat sama. Ketika naik dari dalam kota ke terminal penumpang tidak ditarik ongkos.

Pembayaran hanya dilakukan sekali saja, didalam bus pengumpan dalam kota atau ketika naik bus ke luar kota dari terminal. Untuk kontrol tiketnya penumpang cukup menunjukkan tiket kepada petugas.

Pelayananya cukup ramah. Bagi orang tua, ibu hamil, dan orang-orang yang kerepotan akan diutamakan duduk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN