Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Money

"Mengukur Tol Laut Jokowi" Bukan Barang Diangkut tapi Berapa Jiwa Disejaterakan

30 Juni 2018   09:08 Diperbarui: 30 Juni 2018   09:45 382
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tol laut merupakan ide Presiden Jokowi pada masa kampanye, dan diwujudkan setelah memegang tampuk pemerintahan. Tol laut merupakan pelayaran langsung secara terjadwal, regular atau tetap sesuai dengan penugasan yang telah ditetapkan pemerintah. Tujuan tol laut untuk menjaga stok kebutuhan pokok di  daerah tertinggal terpencil, terdepan dan perbatasan (3TP) agar stok barang cukup dan  dapat  mengurangi disparitas harga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada awalnya Pelni menjadi implementator kebijakan tol laut pada 4 November 2015. Trayek tol laut terus berkembang dari 6 rute pada 2015, menjadi 13 rute di tahun 2017 dan menjadi 15 rute di 2018. Setelah berkembang, penugasan tol laut tidak hanya kepada Pelni, namun juga kepada ASDP dan pelayaran swasta. Dari 15 rute, Pelni ditugasi menjalankan 6 rute tol laut, ke pulau-pulau terdepan.

Melayani penugasan ke pulau terdepan Pelni harus menyiapkan sarana pendukung untuk muat bongkar, sarana distribusi, dan juga membangun jaringan dengan Pemda, BUMD, BUMDes, Koperasi dan para pelaku usaha di daerah tujuan tol laut yang masih belum terbangun. Beruntung Pelni memiliki anak perusahaan PT. Sarana Bandar Nasioanl (SBN) yang dapat menjadi tangan kanan BUMN transportasi laut. SBN dapat menjabarkan dan menjalankan visi dan misi Pelni sebagai kelanjutan visi misi pemerintah membangun daerah dalam membangun daerah 3TP.

Kapal Tol laut bersandar di pualau terdepan Indonesia (Ft. Pelni)
Kapal Tol laut bersandar di pualau terdepan Indonesia (Ft. Pelni)
Dari  6 rute tol laut yang ditugaskan kepada Pelni hampir seluruhnya ke pulau-pulau terdepan negeri. Trayek T-2,  Tanjung Priok-Tanjung Batu-Belinyu-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan. Dengan KM. Caraka Niaga Jaya (CJN)  III-4, rute ini dijalani sejak peluncuran pada 4 November 2015.

Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna merupakan 2 kabupaten di perbatasan negeri, letaknya paling utara Indonesia. Dengan wilayah meliputi Midai dan Serasan Provinsi Kepulauan Riau pulau terdepan ini berada di jalur pelarayan ke Hongkong, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Kabupaten Anambas dan Nutana berhadapan dengan negara  Vietnam dan Kamboja di Utara. Sedangkan di sisi barat dan timur ada Malaysia dan Singapura.

Kabupaten  Natuna dengan penduduk sekitar 72.000 jiwa wilayahnya terdiri ratusan pulau di hamparan laut di Laut China Selatan, konon hanya 26 pulau yang dihuni warga. Selebihnya merupakan pulau-pulau kecil tanpa penghuni dengan mayoritas tanaman kelapa. Kabupaten dengan potensi ikan laut 1 juta ton/tahun ini baru dapat dimanfaatkan 36 %, potensi ekonomi ini masih sangat tinggi.

Kepadatan penduduknya  124,10 /Km2, tentu penduduknya tergolong sedikit, mereka teresebar di beberapa pulau, sehingga sarana transportasi laut menjadi kebutuhan utama warga. Dengan penduduk yang sedikit, kabupaten denagn potensi gas alam cair 112.680.000 barel dan gas bumi 400.386.000 barel ini, perlu mendapat suplai kebutuhan pokok mencukupi, termasuk kebutugas gas dipasok dari Jakarta dengan kapal tol laut Pelni.  

Untuk memasok kebutuhan warga Kabupaten Sangihe, Talaud dan Siau Tagulandang Biaro di Sulawesi Utara, Pelni menjalani  Trayek  T-4, dari Tanjung Perak, Surabaya ke Makasar, Sulawesi Selatan dan Tahuna Sulawesi Utara dengan KM. Logistik Nusantara 1, kapal Lognus I hanya sampai Tahuna yang memiliki dermaga mencukupi untuk menumpuk kontainer.

Nakhoda kapal tol laut disambut warga di pulau terdepan di Sulawesi Utara (Ft. Pelni)
Nakhoda kapal tol laut disambut warga di pulau terdepan di Sulawesi Utara (Ft. Pelni)
Dari Tahuna,  kabupaten berpenduduk sekitar 280.000 jiwa ini, disiapkan kapal  feeder dengan rute Tahuna-Kahaktuang-Burias-Tagulandang-Biaro-Lirung-Melongoane-Miangas-Marore yang letaknya di pulau-pulau kecil dengan KM. Kandhaga Nusantara 1, kapal ini berfungsi sebagai kapal untuk disiribusi barang ke pulau-pulau kecil, pulau terdepan di Sulawesi Utara. Dengan infrastruktur terbatas di tujuan tol laut,  Pelni-SBN harus menyiapkan truk, forklip  agar distribusi ke BUMD, BUMDes, Koperasi dan toko mitra terlayani baik.

Kota Tidore di Maluku Utara dengan penduduk 48.687 jiwa, Kabupaten  Morotai yang merupakan  pulau terdepan di timur laut wilayah Indonesia ini data penduduknya belum diperoleh penulis, namun kabupaten yang pernah menjadi basis pertahanan Jepang dan sekutu pada Perang Dunia II ini,  dilayari  Trayek  T-6  dari Tanjung Perak-Tidore-Morotai-PP dengan KM. Caraka Jaya Niaga III-2.

Kabupaten Morotai belum lebih maju dari Kota Tidore yang banyak memiliki benteng peninggalan Portugis di masa kesulatanan Ternate. Tidore merupakan pulau yang perlu mendapatkan pasokan bahan pokok secara rutin, meskipun bukan pulau terdepan  di Maluku Utara. Tidore sebelumnya dipasok barang kebutuhan pokok dari Ternate, yang sebelumnya ibu kota Maluku Utara sebelum dipindahkan ke Sofifi di Pulau Halmahera, pulau terbesar di Provinsi Maluku Utara.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun