Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi wiraswasta

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kemenhub Luncurkan Kapal Ternak dan Kapal Perintis

26 April 2018   13:16 Diperbarui: 26 April 2018   13:39 527 0 0
Kemenhub Luncurkan Kapal Ternak  dan Kapal Perintis
Pemberian Tumpeng dari Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut kepada nakhoda PT. Pelni (Persero)-( ft. Dtla)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, terus membangun kapal-kapal negara untuk menunjang kebutuhan armada laut di seluruh Nusantara. Kebutuhan kapal terus tumbuh, dan negara perlu mendorong  dengan membangun armada kapal perintis, kapal ternak dan kapal tol laut  untuk menghubungkan pulau-pulau besar ke pulau kecil dan antar pulau-pulau kecil.

Ditjen Hubla juga membangun kapal ternak untuk memenuhi armada angkutan hewan. Kapal ternak yang sudah dibangun pemerintah sebelumnya hanya 1 kapal dan dioperasikan PT. Pelni (Persero) dari Kupang ke DKI Jakarta. Kemenhub pada 2018 membangun 5 kapal ternak, 2 diantaranya akan dioperasikan PT. Pelni (Persero), sisanya dioperasikan PT. ASDP dan swasta.   

Menindaklanjuti dibangun dan diresmikannya kapal-kapal perintis dan kapal ternak baru beberapa waktu yang lalu, Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memulai secara resmi pengoperasian perdana kapal-kapal baru tersebut secara serentak di Galangan Kapal PT. Bandar Abadi, Batam pada hari ini (26/4).

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Adapun kapal-kapal baru yang dilepas untuk operasi tersebut berjumlah empat unit, yang terdiri dari tiga unit kapal generasi baru di kelas kapal kontainer feeder dengan kapasitas 100 teus, yaitu KM Kendhaga Nusantara 1, KM Kendhaga Nusantara 7, dan KM Kendhaga Nusantara 9, serta satu unit kapal khusus ternak dengan kapasitas angkut 500 ekor yaitu KM Camara Nusantara 3.

Ditemui di Jakarta, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Dwi Budi Sutrisno, menyampaikan bahwa dengan dioperasikannya kapal-kapal pesanan Kementerian Perhubungan tersebut secara resmi maka selanjutnya kapal-kapal tersebut akan menuju pangkalannya masing-masing untuk mulai melayani publik.

"Kapal-kapal tersebut ditujukan untuk mendukung program Tol Laut, yang akan melayani pelayaran perintis dengan kewajiban pelayanan publik (PSO) angkutan barang di laut," jelas Dwi Budi.

Dwi Budi menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya meningkatkan konektivitas nusantara. 

Salah satunya adalah dengan membangun kapal-kapal tol laut dan kapal-kapal ternak sehingga baik barang maupun hewan dapat lebih mudah terangkut dan terdistribusi secara luas hingga wilayah-wilayah terpencil dan terluar Nusantara mulai sari Sabang sampai dengan Talaud dapat terpenuhi kebutuhan logistiknya.

"Kami berharap semua kapal ini dapat dioperasikan sebaik mungkin dengan tentunya mengutamakan keselamatan pelayaran," pungkas Budi.

Sementara itu, ditemui di Batam, mewakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut untuk melepas kapal secara resmi, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Capt. Wisnu Handoko menginformasikan, bahwa KM Kendhaga Nusantara 1 akan berlayar perdana dari galangan kapal PT. Bandar Abadi, Batam ke pangkalannya di hubport Tahuna untuk kemudian melayani distribusi logistik kepulauan Sangihe, Talaud.

Sedangkan KM Kendhaga Nusantara 7 dan 9, menurut Wisnu, dilepas dari galangan kapal PT. Orela, Surabaya. KM Kendhaga Nusantara 7 akan berlayar perdana ke pangkalannya di Hubport Tobelo untuk melayani distribusi logistik di sekitar kepulauan Halmahera. 

Adapun KM Kendhaga Nusantara 9 akan berlayar perdana ke pangkalannya di Hubport Biak untuk melayani distribusi logistik di sekitar wilayah Sarmi, Teba, Waren, dan Oransbari di Provinsi Papua.

"KM Kendhaga Nusantara 7 dan 9 ini dioperasikan oleh PT Mentari Lines," ungkap Wisnu.

Sementara KM Camara Nusantara 3 adalah generasi ke 2 kapal ternak yang telah selesai dibangun. "Kapal ini akan dilepas dari Galangan Kapal Bahtera Bahari Shipyard, Batam menuju Kupang dan selanjutnya akan melayani rute angkutan ternak ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Bengkulu," tutup Wisnu. ***