Mohon tunggu...
Sudomo
Sudomo Mohon Tunggu... Guru - Guru Penggerak Lombok Barat

Trainer Literasi Digital | Ketua Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat | Duta Teknologi Kemendikbudristek 2023 | Penulis Buku

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Jangan Mengenalku, Nanti Kecewa!

29 Januari 2023   11:09 Diperbarui: 29 Januari 2023   11:13 972
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Upaya mengembangkan orang lain melalui pendampingan (Foto: dokumentasi pribadi) 

Jangan mengenalku, nanti kecewa!

Itu kata pertama yang sering aku ucapkan ketika berkenalan dengan seseorang. Bukannya apa-apa. Aku hanya tidak ingin seseorang itu menaruh harapan terlalu tinggi hingga ingin mengenalku. Rasanya tidak perlu lebih jauh mengenali aku juga. Cukup kenali aku lewat nama dan karya. Sebab aku yakin keduanya akan bertahan jauh lebih lama dibanding usia. 

Jangan mengenalku, nanti kecewa!

Serius. Aku bukanlah siapa-siapa. Aku pun belum menjadi apa-apa. Jika kau berharap mengenalku akan membuatmu bahagia, mungkin itu tidak tepat adanya. Sebab bisa jadi aku tidak akan bisa membuatmu bahagia. Bagaimanapun juga, bahagia kau sendiri yang bisa menciptakannya. 

Masih belum berubah pikiran dan tetap ingin mengenalku juga? 

Jangan teruskan membacanya! Kau tak akan menemukan apa-apa, selain hanya rangkaian kata. Bisa jadi bahkan tanpa makna. Sebab aku menuliskannya apa adanya. Tanpa tujuan terlebih memikirkan pembelajaran apa yang bisa kauambil dan rasa. 

Belum menyerah juga?

Baiklah. Kali ini sebaiknya aku yang menyerah saja. Akan kutuliskan untukmu berbaris-baris kata. Mungkin akan memberikan sedikit makna bagi yang sesuai selera bacanya. Bisa jadi tidak berarti apa-apa jika kau memang bukan salah satunya. Tidak akan menemukan pembelajaran apa pun juga bagimu yang menganggap tulisan ini tidak ada. Bebas saja. Tidak ada yang memaksamu untuk menemukan makna. Itu hanya harapanku saja. Selebihnya, kembali kepada selera pembaca. 

Jadi begini… sebab kau memaksa, aku dengan suka rela akan mengisahkannya. Tentang aku dan segala benih-benih pemikiran agar abadi dalam tulisan. Tentang aku dan butir-butir kehidupan sepanjang perjalanan. 

Aku lahir di Sukoharjo Jawa Tengah 48 tahun lalu. Aku anak bungsu yang terlahir dari rahim seorang perempuan hebat penjual jamu gendong dengan nama Gunarso. Awalnya hampir saja dinamai Banjir, karena saat lahir desaku terkena dampak luapan sungai Bengawan Solo. Namun, akhirnya karena sering sakit namaku pun diganti menjadi Sudomo. Sebuah nama seperti yang dikenal orang saat ini. 

Menyandang nama Sudomo tidaklah mudah. Selalu saja ada yang membandingkan dan menyandingkan namaku dengan mantan Pangkobkamtib. Ya beban. Ya rasa rendah diri. Ya bangga juga. Campur aduk perasaan yang ada. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun