Mohon tunggu...
Sudomo
Sudomo Mohon Tunggu... Guru - Guru Penggerak Lombok Barat

Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar | Ketua Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat | Penulis Buku 'Di Penghujung Pelukan (Mediakita), 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok!' (Funtastic MnC Gramedia), 'Tim Pencari Pesawat Sederhana' (Penerbit ANDI)

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Hari Guru Nasional: Refleksi Wajah Pendidikan Indonesia (1)

25 November 2022   14:26 Diperbarui: 25 November 2022   14:33 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Peristiwa

Selama tahun 2022 banyak peristiwa terjadi dalam dunia pendidikan. Program Merdeka Belajar yang diusung Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia gaungnya semakin terdengar. Beberapa program dalam Merdeka Belajar menunjukkan dampak positif. Salah satunya ditunjukkan dari Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Melalui program ini telah lahir banyak pemimpin pembelajaran mulai dari Angkatan 1 sampai 3. Hingga saat ini program ini terus berlanjut. Dampak nyata dari program ini adalah adanya perubahan mindset guru tentang pembelajaran yang memerdekakan. Bagi murid, program ini memberikan dampak kebahagiaan selama mengikuti proses pembelajaran. 

Peristiwa lainnya adalah adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Peristiwa ini merupakan titik awal dalam penyelesaian permasalahan guru honorer. Tidak hanya itu saja peristiwa hangat dunia pendidikan selama tahun 2022. Namun, masih ada lagi peristiwa lainnya, yaitu RUU Sisdiknas. Peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak terkait pendidikan, baik tingkat daerah maupun pusat.

Peristiwa penting lainnya adalah terkait dengan penghargaan demi penghargaan yang diterima oleh murid di ajang kompetisi tingkat internasional. Sebuah peristiwa yang tentunya membanggakan bagi kita semua. 

Namun, selama kurun waktu 2022 ini juga banyak potret kelam pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah tindak kekerasan guru terhadap murid di sekolah. Termasuk juga kasus intoleran di dunia pendidikan. Hal ini diperparah lagi dengan adanya kasus tindak kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Akhir-akhir ini juga merebak peristiwa perundungan di lingkungan pendidikan. 

Tentu hal tersebut menodai ekosistem positif sekolah yang sedang dibangun bersama. 

Tentu masih banyak peristiwa lain di dunia pendidikan yang tidak terekspos media. 

Perasaan

Berbagai peristiwa tersebut melahirkan beragam perasaan. Perasaan bangga hadir saat bisa berhasil menjadi salah satu aktor utama dalam PGP Angkatan 2. Kebanggaan tersebut lebih pada meningkatnya kompetensi diri sebagai pemimpin pembelajaran setelah mengikuti pendidikan selama 9 bulan secara daring dan luring. Rasa bangga pun tumbuh menjadi bahagia. Hal ini karena pada akhirnya lebih memahami tentang konsep pendidikan yang memerdekakan murid di sekolah. Selain itu, kebahagiaan juga disebabkan oleh adanya kesempatan untuk terus belajar melalui berbagi praktik baik dalam proses pembelajaran. Belajar melalui berbagi tidak saja melalui komunitas belajar, tetapi juga menjadi aktor pendukung, yaitu Pengajar Praktik (PP) PGP Angkatan 6.

Demikian halnya dengan pengangkatan PPPK yang melahirkan rasa bahagia. Meskipun tidak merasakan secara langsung, tetapi ikut berbahagia. Hal ini karena adanya beberapa teman sejawat di sekolah yang berhasil lulus dan sudah diangkat. Sebagian lagi mendapat predikat lulus passing grade. Kebahagiaan ini karena semakin terbukanya kolaborasi ke depan dengan guru-guru baru untuk bersama-sama memajukan pendidikan di sekolah. 

Sementara terkait RUU Sisdiknas, perasaan khawatir. Kekhawatiran itu terletak pada belum pahamnya diri saya terkait tunjangan profesi rekan sejawat yang telah mengantongi sertifikat pendidik. Perasaan lain yang muncul adalah harap-harap cemas. Perasaan itu karena ada harapan RUU Sisdiknas bisa mengakomodir guru dengan masa kerja lama yang program studinya tidak linier. Sementara kecemasan tumbuh apabila RUU tersebut belum mengakomodir terkait linieritas program studi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun