Mohon tunggu...
Suci Handayani Harjono
Suci Handayani Harjono Mohon Tunggu... penulis dan peneliti -

Ibu dengan 3 anak, suka menulis, sesekali meneliti dan fasilitasi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Cincau, Si Hitam yang Banyak Manfaatnya

6 Juli 2015   11:10 Diperbarui: 6 Juli 2015   11:29 887
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebagai seorang ibu, saat bulan puasa seperti ini dituntut mampu menyediakan hidangan buka puasa dan sahur yang beragam, menarik, membuat selera bangkit, meskipun tanpa anggaran yang mahal.

Membuat kudapan/takjil juga meski bervariatif, sehingga keluarga menjadi semangat dalam menyelesaikan puasa dan berselera dalam berbuka.

Variasi olahan takjil dari cincau hitam bisa menjadi salah satu varian yang mudah didapat, murah, enak, dan bergizi.

Ehm, buka puasa rasanya lebih lengkap dengan segelas cincau hitam atau kami di Jawa biasa menyebutnya janggelan, sebagian orang menyebut cao.

Meski hitam, tetapi enak, segar dan mak nyessss, bikin tenggorokan dan perut lega sekaligus nyaman. Jangan meremehkan warna hitamnya, ini hitam bukan sembarang hitam. Warna hitam legamnya mampu membuat buka puasa menjadi lebih nikmat dan segar.

Dari saya kecil, sampai sekarang sudah mempunyai tiga anak, saya termasuk penikmat janggelan atau cincau hitam selain kolang kaling yang juga enak. Jika kolang-kaling rasanya empuk sedkit keras dan kreyes-kreyes, tetapi cincau rasanya empuk, dingin dan nyam..nyam..lumat di mulut dalam beberapa kali kunyahan, bahkan bisa langsung ditelan saja. Teksturnya yang lembut tidak membenahi pencernaan.

Terbuat dari tumbuhan, dengan proses pembuatan yang cukup sederhana, biasa diproduksi industri rumah tangga. Saat kecil, saya mengira cincau ini terbuat dari agar-agar atau ager-ager, hanya berwarna hitam. Saat itu heran karena kalau membeli es campur di beri cincau hitam yang cukup banyak. Padahal harga ager-ager kan mahal (ternyata bukan ager-ager).

Selain mudah dicari, karena tersedia di pasar-pasar tradisional bahkan hadir juga di mall, cincau hitam ini juga sangat murah. Sepotong cincau hitam seukuran sekitar 15 cm x 7 cm dengan ketebalan 7 cm, hanya dijual seharga Rp 1000 saja. Itu beli di tukang sayur, kalau di pasar tradisional lebih murah lagi.

Biasanya pedagang menjual cincau dalam ember besar sehingga bentuk cetakan cincau ini besar dan tebal. Nah untuk memudahkan penjualan, dibuat potongan kecil, dengan harga bervariasi dari Rp 1000 , Rp 2000, hingga Rp 3.000. Pembeli tinggal memilih potongan yang dibutuhkan.

Cincau hitam, meski hitam warnanya, tetapi banyak manfaatnya, tidak hanya enak untuk takjil/hidangan pembuka buka puasa, tetapi di makan saat nggak puasa juga sip. Plus beranfaat bagi kesehatan.

Ada beberap hal yang tak ada salahnya perlu kita ketahui.
Pertama, kandungan gizinya tinggi, bahkan warna hitamnya memiliki kandungan anti oksidan cukup tinggi sehingga bisa menurunkan resiko diabetes, penyakit jantung, juga kanker.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun