Mohon tunggu...
stevia oka zaki
stevia oka zaki Mohon Tunggu... Tholabul 'ilmi fii sabilillah

Dimana ada kemauan pasti ada jalannya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Hubungan Internasional sebagai Disiplin Ilmu

21 Oktober 2019   07:42 Diperbarui: 21 Oktober 2019   07:57 0 0 0 Mohon Tunggu...

Hubungan internasional memang tidak akan terlepas dari kehidupan manusia karena setiap harinya kita akan menemui berbagai fenomena yang terjadi di dunia mulai dari permasalahan politik, ekonomi, sosial, hingga budaya. Melihat berbagai fenomena yang terjadi, maka para tokoh pendahulu berinisiatif menjadikan fenomena hubungan internasional sebagai kajian, lalu berubah menjadi suatu disiplin ilmu. 

Hubungan internasional menjadi disiplin ilmu menurut Mohtar Mas'oed,1990 obyek studi berujud hubungan antara kelompok-kelompok yang berkuasa yang tinggal di tempat yang berbeda-beda, telah menjadi bagian dari studi sejarah.

Waktu itu pekerjaan para pejuang studi hubungan internasional dan sejarawan adalah mengumpulkan berbagai data dan cerita yang berserakan. Para pejuang studi hubungan internasional dan sejarawan ketika itu menimbun catatan, data, dan cerita dari berbagai fenomena yang terjadi. 

Pada akhirnya timbunan catatan, data, serta cerita dari berbagai fenomena tersebut diajarkan, dipelajari, dan dikaji. Namun sayangnya, ketika itu belum dikatakan sebagai disiplin ilmu hubungan internasional melainkan bagian dari studi sejarah.

Para ilmuan lain juga telah mempelajari berbagai fenomena social seperti hukum yang mengatur hubungan antarbangsa, hakekat kekuasaan, negara dan kedaulatan, masalah pengelolaan hubungan kekuasaan dan pengembangan lembaga-lembaga internasional.

[1] Menurut Mohtar Mas'oed, 1990 dari berbagai studi ini, pada awal abad ke-20 muncullah suatu bidang studi yang terorganisasi dan dimasukkan dalam kurikulum beberapa universitas di Amerika Serikat, yaitu studi hubungan internasional. Setelah Perang Dunia I kabar gembira terdengar bahwa studi hubungan internasional mendapat pengakuan sebagai bidang studi yang berdiri sendiri di Amerika Serikat dan Eropa (Mohtar Mas'oed,1990). 

Menurut Mohtar Mas'oed yang dikutip dari E.H. Carr munculnya hubungan internasional sebagai bidang studi tersendiri adalah akibat dari keinginan, terutama sesudah Perang Dunia I, untuk memahami sebab-sebab terjadinya konflik dan untuk membina dunia yang lebih damai. 

Studi hubungan internasional muncul bukan hanya kebutuhan semata, tetapi juga mempengaruhi pokok studi hubungan internasional itu sendiri dan teori yang ada di dalamnya. Studi hubungan internasional ketika itu memiliki unsur penting didalamnya yaitu sejarah diplomasi. 

Tidak hanya sejarah diplomasi saja yang menjadi unsur penting studi hubungan internasional terdapat juga unsur penting lainnya yaitu hukum internasional dan organisasi internasional. Kedua unsur ini menekankan kepada  studi penting lainnya yaitu studi mengenai Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dan organisasi internasional yang telah dibentuk sejak abad ke-19.

 Pada akhirnya ketika terjadi Perang Dunia I asumsi-asumsi mengenai pendekatan hubungan internasionalpun runtuh. Tidak sedikit studi hubungan internasional yang hingga terjadi perang selanjutnya menampakkan ketidakpercayaanya pada asumsi-asumsi paradigma abad ke-19 itu (Mohtar Mas'oed. 1990). 

Namun ada hal unik yang didapat dari yang sebelumnya menyatakan bahwa asumsi-asumsi paradigma terdahulu salah menjadi tidak salah alih-alih asumsi-asumsi paradigma yang salah diusulkan agar tetap diterapkan lagi dengan sungguh-sungguh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x