Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Mengenal Perilaku "Hoarding Disorder" dan Cara Mengatasinya

6 Maret 2021   10:33 Diperbarui: 7 Maret 2021   17:33 1023 59 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenal Perilaku "Hoarding Disorder" dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi hording disorder (Sumber: unsplash.com)

Pernahkah teman-teman melihat beberapa kerabat yang aktif sekali membeli barang-barang, yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan? Atau justru teman-teman Kompasianer sendiri yang sering melakukan hal serupa?

Kecenderungan untuk berbelanja secara rutin sendiri dapat didasari oleh motif yang beragam, seperti memang hobi berbelanja, belanja karena diskon, atau bisa juga karena merasa barang yang dibeli tersebut dapat berguna di kemudian hari. Ternyata, perilaku semacam ini tergolong sebagai hoarding disorder.

Apa itu hoarding disorder

Menurut www.alodokter.com, hoarding disorder adalah perilaku menimbun barang-barang yang tidak terpakai karena barang-barang tersebut dianggap akan berguna di kemudian hari, bersejarah, dan memiliki nilai sentimental.

Sekilas, beberapa orang dengan hoarding disorder ini malah menganggap diri mereka positif, sebab mereka beranggapan bahwa mereka future-minded, alias sudah memikirkan masa depan. 

Namun yang tidak mereka sadari adalah, utilitas dari barang yang mereka beli itu tak kunjung datang, meski beberapa bulan atau beberapa tahun sudah berlalu.

Oleh karena itu, perilaku hoarding (Menimbum) ini, akhirnya dianggap negatif atau sebuah penyakit, sehingga kemudian dikategorikan sebagai disorder (Gangguan).

Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, karena hoarding disorder ini dapat menimbulkan beberapa bahaya atau hal-hal negatif ketika tidak ditangani secara serius. Yang paling utama tentu adalah perlahan tapi pasti, kita akan merasa ruangan/rumah yang tinggali semakin terasa sempit, karena dipenuhi barang-barang yang tidak (belum) berguna.

Tak hanya itu, penderita hoarding disorder pun kemungkinan akan berhadapan dengan masalah finansial di masa depan, sebab setiap uang sisa yang mereka punya, selalu digunakan untuk membeli barang-barang baru. Jadi, kemungkinan mereka mempunyai uang simpanan/tabungan sangatlah kecil.

Tumpukan barang-barang yang belum terpakai itu pun, berpotensi menjadi sarana timbulnya penyakit karena menjadi sarang binatang, seperti nyamuk, tikus, kecoa, dan serangga-serangga lainnya.

Gejala Hoarding Disorder

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x