Mohon tunggu...
Kapten Jack Sparrow
Kapten Jack Sparrow Mohon Tunggu... Wiraswasta - Content Creator

Instagram: stvnchaniago, Email: kecengsc@gmail.com, Youtube: FK Anime,

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Madrid Permalukan Barca di Kandang, Pola Koeman Terbaca Zidane

25 Oktober 2020   06:15 Diperbarui: 25 Oktober 2020   07:18 231
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Potret Messi Melakukan Shooting di Laga El Classico

Pertarungan dua tim singa ompong dalam laga bertaruk El Classico tadi malam (24/10/2020), dimenangkan oleh penguasa kota Madrid.

Real Madrid yang sebelumnya mengalami 2 kekalahan beruntun dari Cadiz dan Shaktar Donetsk, nyatanya mampu kembali ke trek kemenangan setelah mempermalukan Barcelona di kandangnya sendiri dengan skor 3-1.

Sementara bagi pasukan Ronald Koeman, kekalahan ini menjadi bukti inkonsistensi mereka di musim ini setelah sebelumnya dipecundangi Getafe, bermain imbang dengan Sevilla, meski sempat menang besar 5-0 melawan Ferencvaros sebelum laga El Classico semalam.

Real Madrid terlihat jelas mampu mendominasi laga sejak awal pertandingan dengan gol cepat Fede Valverde di menit 5, meski 3 menit kemudian Ansu Fati membuat Barcelona menyamakan kedudukan.

Benzema dkk sebenarnya bermain cukup santai di babak pertama. Mereka praktis hanya menunggu pemain Barcelona melakukan kesalahan lalu mencoba memaksimalkan peluang dengan counter attack. Namun skor bertahan 1-1 hingga turun minum.

Strategi jitu Zinedine Zidane yang lebih banyak menunggu dan menyimpang stamina di babak pertama pun berbuah manis di babak kedua. Bermula dari set piece bola mati, Ramos yang bersiap menyundul bola ditarik bajunya oleh Clement Lenglet. Hal ini sempat luput dari pengawasan wasit sehingga ia memutuskan untuk mengecek VAR. Hasil dari VAR menunjukan Lenglet hanya fokus menarik baju Ramos ketimbang mengamankan gawangnya, alhasil penalti untuk Madrid.

Seperti biasa, Ramos yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti sukses mencetak gol keduanya di La Liga musim ini di menit ke-63. Tahu Barcelona akan bermain ngotot, Zidane memasukkan Modric menggantikan Valverde guna memenangkan tempo permainan di sisa akhir babak kedua.

Taktik Zidane pun lagi-lagi terbukti ampuh. Barcelona tancap gas sejak menit ke-71. Pressure ketat diberikan kepada pemain Madrid mana pun yang memegang bola. Fati, De Jong, Pedri, Coutinho yang jarang terlihat berlari di babak pertama, kini sudah terlihat banyak berlari melakukan pressing.

Sayang, pressing ketat pemain Barcelona tak membuahkan hasil. Malah Real Madrid yang terlihat lebih mampu memainkan umpan-umpan pendek yang akurat, serta bisa menerapkan pressing yang lebih dominan pula saat kehilangan bola.

Pressing ketat yang dilakukan para pemain Blaugrana nyatanya mereka sendiri yang ngos-ngosan mengejar bola. Mau tak mau, Koeman melakukan 3 pergantian sekaligus di menit 81 dengan memasukkan Griezmann, Trincao, dan Dembele. Fati, Pedri, dan Busquets ditarik keluar.

Sudah bisa ditebak, Messi dkk sudah all in untuk mengincar hasil imbang 2-2 dan mengabaikan keseimbangan tim yang tentu beresiko kebobolan lebih banyak gol lagi. Dan benar saja, Real Madrid mendapat 4 peluang emas dalam tempo waktu 2 menit saja dari Kroos, Ramos dan Varane. Namun memang, penampilan Neto sangat mengagumkan tadi malam. Ia berhasil dengan baik menggantikan peran Ter Stegen dan menghentikan ke-4 peluang emas tersebut.

Namun apa daya, memang permainan terorganisir Real Madrid terlihat lebih unggul daripada penampilan yang cenderung sembrono dari anak asuh Ronald Koeman tersebut. Setelah memasukan Braithwaite menggantikan Jordi Alba di menit 87, Barca justru dibobol lagi oleh Real Madrid yang mengunci posisi pertama La Liga lewat gol Luka Modric di menit 90. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Real Madrid.

Terlihat jelas bagaimana pengalaman  chemistry serta tangan dingin Zidane berbicara ketimbang Koeman. Patut diakui, Zidane sudah meng-outsmart Koeman sejak laga baru dimulai. Hasil El Classico ini pun menjadi modal bagus untuk El Real serta warning bagi pasukan biru merah.

Barcelona wajib berbenah guna menghadapi laga sulit lainnya, yakni lanjutan babak grup UCL kontra Juventus. Sementara anak asuh Zinedine Zidane bisa sedikit bersantai sebab mereka hanya akan menghadapi Borussia Monchengladbach yang performanya juga angin-anginan musim ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun