Mohon tunggu...
Steve Harison
Steve Harison Mohon Tunggu... Wirausaha -

Inspirator Muda Nusantara

Selanjutnya

Tutup

Politik

Variasi 'Aroma' dibalik Kemeriahan G20 Hangzhou

5 September 2016   23:43 Diperbarui: 5 September 2016   23:53 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

masing-masing saling menjaga jarak walaupun terdapat pertemuan bilateral di sela-sela G20 Summit ini.

AS dan Rusia ini masih terus membahas proxy wars mereka sendiri di Ukraina dan Suriah,

dan bahkan lebih lagi yaitu menyangkut kepemimpinan Turki oleh Presiden Erdogan dimana

negaranya adalah sekutu terbesar NATO di Timur Tengah namun kini semakin mendekat

kepada pihak Kremlin untuk mencegah langkah strategis AS yang 'terlalu berani'.

Selain itu, persaingan dalam kecanggihan teknologi militer antara AS dan Rusia pun terus dipertontonkan

tanpa rasa 'tahu malu' dan 'tahu diri' akan peran mereka sebagai anggota Dewan Keamanan PBB

yang semestinya menjadi pencipta dan pelindung perdamaian dunia bukan justru sebaliknya. 

  • Aroma ketiga, mengenai eksistensi BRICS yang semakin pudar. Kelompok BRICS yang terdiri dari 

negara-negara inisiator reformasi tata kelola dunia yakni Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan

tentunya memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam percaturan global dalam berbagai bidang seperti

militer, ekonomi, politik, budaya, hingga sosial. Belakangan, BRICS ini dianggap oleh pihak Barat telah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun