Mohon tunggu...
Stefani
Stefani Mohon Tunggu... Guru - Stefani

Stefani 25 September Tangerang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Taksonomi Bloom

22 Oktober 2021   22:53 Diperbarui: 22 Oktober 2021   23:13 54 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Benjamin Samuel Bloom adalah seorang psikolog pendidikan yang lahir di Pennsylvania pada tahun 1913. Bloom mengembangkan taksonomi tujuan pendidikan yang mengklasifikasikan berbagai tujuan pembelajaran dan keterampilan yang ditetapkan pendidik untuk siswa. Bloom membagi tujuan pendidikan menjadi tiga domain, yaitu : Afektif, Psikomotor, dan Kognitif. 

Domain kognitif berkaitan dengan kemampuan untuk memproses dan memanfaatkan informasi. Ranah afektif  berkaitan dengan sikap dan perasaan yang dihasilkan dari proses belajar. Terakhir, domain psikomotor melibatkan keterampilan manipulatif atau fisik. Bloom merancang taksonomi ini guna membantu para pendidik untuk mengklasifikasikan tujuan dan sasaran instruksional. Landasan taksonominya didasarkan pada gagasan bahwa tidak semua tujuan dan hasil pembelajaran adalah sama.

Keterampilan dalam domain afektif menggambarkan cara orang memberi reaksi secara emosional dan kemampuan mereka untuk merasakan rasa sakit atau kegembiraan makhluk hidup lain. Ada lima tingkat dalam domain afektif yang bergerak melalui proses urutan terendah ke tertinggi: penerimaan, tanggapan, penghargaan, pengorganisasian, dan karakterisasi berdasarkan nilai-nilai. 

Untuk ketrampilan psikomotorik lebih menekankan pada kemampuan yang dihasilkan oleh fungsi motorik manusia. Sub-Kategori domain psikomotorik ini terdapat 7 bagian yaitu: persepsi, kesiapan, respon terpimpin, mekanisme, respon yang tampak kompleks, penyesuaian, dan penciptaan. Pada domain kognitif berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual seperti pengetahuan, pengertian dan keterampilan berpikir. Pada domain kognitif, terdapat 6 sub-kategori yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tiga domain tersebut adalah komponen penting dalam teori Bloom. 

  Pada penerapannya di kelas, taksonomi Bloom sangat membantu para pendidik untuk menetapkan dan menyesuaikan tujuan belajar dan aktivitas yang akan dilakukan, serta membuat proses evaluasi menjadi lebih mudah. Taksonomi Bloom dapat diterapkan diberbagai materi pembelajaran. 

Penerapan taksonomi Bloom ini lebih difokuskan kepada ketrampilan atau skill dari para siswa. Dengan mengasah ketrampilan siswa, pembelajaran akan diarahkan untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis para siswa dalam pemecahan masalah sehari-hari. Metode ini sangat memungkinkan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang beragam (dari taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai sekolah menengah atas). Metode Bloom ini masih dapat digabungkan dengan metode lainnya untuk disesuaikan dengan situasi kelas yang berbeda-beda.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan