Mohon tunggu...
Johanes Krisnomo
Johanes Krisnomo Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Penulis, fotografer, pemerhati lingkungan hidup, teknologi pangan, kesehatan, kimia pangan. Alumnus Kimia ITB dan praktisi di Industri Pangan. https://www.kompasiana.com/stalgijk

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Sayur Tak Bertutup Mengundang Hadirnya Tikus

15 Juli 2019   22:31 Diperbarui: 15 Juli 2019   22:38 0 39 20 Mohon Tunggu...
Sayur Tak Bertutup Mengundang Hadirnya Tikus
Sumber : https://www.thespruce.com

Recehan, kisahnya remeh-remeh aja. Gegara sayur masak, lauk pauk sisa semalam tak tertutup rapi, yang akhirnya dibuang. Pasalnya, ada kekhawatiran tercemar jejak tikus.

Terbawa emosi, pemahaman bahwa ada kemungkinan tercemar, ketika sekarung biji-bijian dibuang karena kemasannya sobek digigit tikus. Kisahnya terjadi di sebuah pabrik, produsen minuman bernutrisi yang sudah menerapkan standar keamanan pangan.

Sistem yang ketat, mengandalkan prinsip tindakan pencegahan, bahwa semua kemungkinan yang berpotensi cemaran perlu dikurangi atau dihilangkan.

Status biji-bijian, bahan baku minuman yang terindikasi telah dirusak oleh tikus, tak mau mengambil risiko terdampak pada keamanan pangan, yang merugikan konsumen. Meski cuma di sudut kemasan karung, kemungkinan terkena kencing dan kotoran tikus di sekitarnya, sangat  fatal akibatnya bila dipaksakan harus diproses.

Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Begitulah pepatah lama yang masih berlaku hingga kini. Lagipula, adanya tikus yang sukses merusak, dapat menjadi petunjuk bahwa area penyimpanan bahan baku kurang aman dan perlu dilakukan pembersihan secara keseluruhan.

Telah diketahui bahwa ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus. Semisal Leptopirosis, penyakit kencing tikus, yang mampu berkembang menjadi radang selaput otak (meningitis), gangguan pernafasan, dan kerusakan ginjal. Penyakit lainnya, Pes, yang dibawa oleh kutu yang tertular oleh tikus atau hewan pengerat lain dengan gejala pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher atau selangkangan.

Sumber : https://www.terminix.com
Sumber : https://www.terminix.com
Sumber :https://www.noldus.com
Sumber :https://www.noldus.com
Prinsipnya pencegahan, kasus sekarung biji-bijian tecemar gigitan tikus yang kalau nyinyir masih bisa dipilih-pilih, bisa saja dibuang sebagian. Namun, demi menjamin kepastian yang lebih aman, sesuai standar keamanan pangan, dipersyaratkan harus dibuang, sejumlah satu karung.

Hebatnya pemahaman, tentang sebuah pencegahan, nampaknya tak mudah dipahami. Sayur masak, lauk pauk sisa semalam yang tak tertutup rapi, sangat beralasan untuk tidak dikonsumsi lagi. Ada tikus, mungkin saja malam berlalu tak ditemukan, tapi minggu lalu terlihat berlarian di sudut dapur.

Hikmahnya, jangan biarkan makanan di dapur terlantar, tanpa ditutup. Bersihkan dapur dari sisa-sisa makanan yang akan mengundang kehadiran tikus, dan cegah celah berlubang tempat datang dan perginya.

Sayur tak bertutup, mengundang hadirnya tikus! Selayaknyalah, dapur rapi, dan bersih tak ada sisa bekas makan, agar terhindar dari situasi bahaya tikus yang sangat merugikan.

Bandung, 15 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x