Mohon tunggu...
sri wulandari
sri wulandari Mohon Tunggu... Guru - Guru

Guru sd

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Kerajinan Cantik dari Lontar

3 Juli 2022   11:03 Diperbarui: 3 Juli 2022   11:05 346
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Minggu, 3juli 2022

 Selamat pagi sahabat kompasiana

Kali ini aku ingin berbagi ceriya tentang tanaman lontar. Apa itu tanaman lontar? Tanaman lontar adalah tanaman yang hidup liar dan memiliki banyak manfaat.

Lontar memiliki nama latin  borassus flabelifer Linn, merupakan tumbuhan gymnospermae, tsnaman berbiji tunggal , merupakan ordo  Arecales dengan genus Borrasus. Jenis palma yang hidup di daerah kering.

Lontar merupakan  tanaman tahunan karena tanaman ini mulai berbuah setelah berusia sekitar 20 tahun hidup sampai100 tahun lebih. Lontar selama ini belum dibudidayakan dan tumbuh secara liar. Kebanyakan didapat di pesisir kawasan timur Indonesia seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara, sulawesi  selatan dan Bali.

Tanaman lontar disebut juga  pohon dengan 800 kegunaannya. Seluruh bagian tumbuhan lontar memiliki nilai jual cukup tinggi, jadi dengan besarnya  dan banyaknya produk lontar  yang memberi keuntungan kompetitif. Semua tanaman lontar dapat dimanfaatkan (multiguna) mulai dari daunnya, batangnya, buah hingga bunganya. Nah yang akan aku bahas kali ini yaitu daun nya saja, yang memiliki nilai jual yang luar biasa.

Direktorat Jenderal Perkebunan menyatakan walau tanaman lontar inibelum menjadi komoditi unggulan Nasional, namun telah menjadi salah satu komoditi binaan. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor:3599/Kpts/PD.310/10/2009.

Gambar lontar kering bentuknya seperti ini

Jika lontar sudah dililit menggunakan tangan, itu tradisi zaman waktu aku kecil, kalau zaman sekarang mungkin sudah memakai tenaga  pengganti lainnya, bentuknya akan berubah seperti pada gambar dibawah ini.

  Dokumentasi pribadi
  Dokumentasi pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun