Mohon tunggu...
Sri Pujiati
Sri Pujiati Mohon Tunggu... Nothing

Jepara, Jawa Tengah

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Pengalamanku Menjadi Seorang Penjaga Tahanan

10 April 2021   10:50 Diperbarui: 10 April 2021   10:55 170 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalamanku Menjadi Seorang Penjaga Tahanan
sumber:Dream.co.id

Apa yang terlintas di pikiranmu kalau mendengar kata penjara?

Pasti seram dan menakutkan karena di sana adalah tempat orang yang melanggar hukum atau menjalani masa pidana. Begitulah anggapan kebanyakan orang. Dulu saya juga beranggapan sama. Menganggap penjara itu sebagai tempat yang menakutkan dan menyeramkan. Apalagi melihat yang ditampilkan di televisi yang memperlihatkan bagaimana orang-orang yang di dalam penjara itu menyeramkan. Badan yang kekar tubuh dipenuhi tato. Itulah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang di luar. Namun setelah bekerja di tempat ini, anggapan  saya pun berubah. Mereka tidak seseram yang saya dan orang-orang bayangkan dulu. Mungkin ada beberapa orang yang memiliki tato dan berbadan besar serta berwajah seram namun mereka bersikap baik selama ada di dalam Rumah tahanan. 

Saya bekerja di rumah tahanan sudah hampir tiga tahun. Kebetulan untuk perempuan ada blok khusus perempuan dan saya bertugas untuk menjaga mereka. Sebenarnya ada Lapas Khusus Perempuan atau disingkat LPP (Lembaga Pemasyarakatan Perempuan). Namun karena masalah overcrowded atau kelebihan penghuni maka di dalam rutan pun disediakan blok khusus perempuan. Namun jumlahnya hanya sedikit. Rutan atau rumah tahanan sebenarnya berfungsi untuk merawat para tahanan yang belum mendapatkan vonis dari hakim. Sedangkan setelah vonis mereka disebut dengan narapidana. Seharusnya mereka yang sudah mendapatkan vonis atau keputusan inkrah harus menjalani masa hukuman di dalam Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas. Namun lagi-lagi karena maslaah keterbatasan tempat, hal itu membuat para narapidana harus menjalani masa hukumannya di dalam Rutan. 

Awal Mula Menjalani Profesi sebagai Penjaga Tahanan 

penjaga tahanan merupakan profesi yang kebanyakan di lakukan oleh kaum laki-laki. Profesi ini juga dianggap profesi yang menakutkan karena harus berhadapan dengan orang yang bermasalah dengan hukum. Apalagi yang dihadapi adalah orang-orang yang berani melawan hukum. Awalnya saya tidak pernah terpikirkan akan berkerja di tempat yang didominasi oleh kaum laki-laki. Entahlah dulu saya hanya iseng mendaftar dan akhirnya diterima. Meski menjadi kaum minoritas, namun saya belajar di tempat kerja saya ini.  Banyak hal yang saya pelajari tentang profesi ini yang mungkin mayoritas adalah kaum laki-laki.

Awalnya saya merasa takut dan khawatir. banyak hal yang saya takutkan. Bagaimana menghadapi warga binaan yang ada di dalam? Bagaimana kalau mereka nanti melakukan hal-hal yang menakutkan, seperti yang saya lihat di berita-berita televisi. Karena yang saya hadapi adalah orang yang berani melawan hukum dan pastinya mereka memiliki perilaku yang sulit untuk mengikuti peraturan. 

Pertama kali bertemu dengan warga binaan, jujur saja saya agak sedikit takut, namun ternyata mereka bersikap ramah. Mungkin karena sudah diberitahu oleh petugas senior untuk menghormati petugas yang baru. jadi mereka bersikap sopan dan ramah kepada saya. Seiring berjalannya waktu, saya pun mulai terbiasa dan berinteraksi dengan mereka. Mereka pun mulai terbuka dan banyak bercerita tentang banyak hal, terutama tentang keluarga dan bagaimana hingga akhirnya mereka bisa berurusan dengan hukum. 

Namun meskipun mereka terlihat baik tetap harus hati-hati. 

Slogan

 " Waspada dan Jangan-jangan"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x