Mohon tunggu...
Sri Patmi
Sri Patmi Mohon Tunggu... Penulis - Bagian Dari Sebuah Kehidupan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menulis adalah Bagian dari Self Therapy www.sripatmi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Artikel Sri Patmi: Teman Toksik, Suka Ngusik? (Part 4 Si Machiavelli)

20 Oktober 2021   20:41 Diperbarui: 20 Oktober 2021   21:22 112 21 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Worklife. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Secara harfiah, manusia itu berpolitik. Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia menjalankan suatu strategi untuk mencapai tujuan. Cara yang dilakukan beragam, merujuk pada sifat bawaan sejati manusia itu sendiri. Paradigma salah atau benar, baik atau buruk kadang kala diabaikan. Bisa jadi pembenaran atas diri yang diagungkan. Apapun akan dianggap benar berdasarkan sudut pandang masing-masing. 

Sama halnya di dunia kerja, segala cara dapat dilakukan untuk memperoleh karir yang gemilang, gaji yang besar dan kepercayaan diri sang pemimpin. Menghalalkan segala cara termasuk cara jitu yang penting bisa tercapai apa yang diharapkan tanpa meningkatkan kapabilitas. 

Si Machiavelli... 

Istilah ini sangat asing ditelinga tapi kita sering berjumpa dan lekat dengan sifat ini. Setiap orang memiliki tendensi untuk bersifat machiavelli. Karena didalam diri kita ada sisi gelap dan terang, baik dan buruk, hitam dan putih. Bagaimana kontrol didalam diri dapat menempatkan machiavelli pada tempatnya. 

Bagi para pencinta sejarah dan filsafat pasti tidak asing lagi mendengar Nicolo Machiavelli. Ia merupakan pejabat pemerintah di Italia  di abad ke 15 dan kini namanya tersohor sebagai seorang filsuf. Karya-karyanya kini menjadi topik pembahasan para pelajar filsafat serta karya-karyanya yang menggemparkan, membuat namanya tak luput dari topik pembahasan hingga kini.

Sekilas tentang Nicholas Machiavelli 

Nicholas Machiavelli lahir pada tanggal 3 Mei 1949 di Florence, Italia. Machiavelli merupakan filsuf yang berpengaruh dalam bidang filsafat politik di zaman Renaisans.

Ayahnya Bernardo adalah pengacara yang cukup mapan, namun setelah dilarang meduduki jabatan publik, ia hidup sederhana dari pekerjaannya mengelola properti .

Dalam bab terakhir Il Principe yang berjudul "Saran Untuk Membebaskan Italia dari Bangsa Barbar " berisikan bujukan dan harapannya kepada keluarga Medici untuk membawa Italia kembali berjaya. Namun pada akhirnya tujuannya itu tidak menghasilkan apa pun.

Karyanya yang hingga kini dikenang adalah tulisannya yang berjudul Il Principe (Sang Pangeran) yang ditulis pada tahun 1513. Buku ini berisi kiat-kiat untuk menjadi seorang penguasa.

Il Principe merupakan karya yang membuatnya dicap sebagai orang yang amoral dan jahat. Ia meninggal pada tanggal 21 Juni 1527 di Florence.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan