Mohon tunggu...
Sri Patmi
Sri Patmi Mohon Tunggu... Bagian Dari Sebuah Kehidupan

Menulis adalah Bagian dari Self Therapy www.sripatmi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Artikel Sri Patmi: Asal Usul Bahasa (Dalam Tinjauan Ilmu Komunikasi)

11 Mei 2021   11:49 Diperbarui: 11 Mei 2021   12:04 49 3 2 Mohon Tunggu...

Hingga kini belum ada suatu teori pun yang diterima luas mengenai bagaimana bahasa itu muncul di permukaan bumi. Ada dugaan bahasa nonverbal muncul sebelum bahasa verbal. Teoritikus kontemporer mengatakan bahwa bahasa adalah eksistensi perilaku sosial. Lebih dari itu, bahasa ucap bergantung pada perkembangan kemampuan untuk menempatkan lidah secara tepat di berbagai lokasi dalam sistem milik manusia yang diperlukan untuk menghasilkan ucapan. 

Kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan manusia lebih awal untuk memudahkan komunikasi nonverbal. Konon, hewan primata (kera, monyet, gorilla dan sejenisnya) berevolusi sejak 70 juta tahun lalu, dimulai dengan hewan mirip tikus kecil yang hidup sezaman dengan dinosaurus. Jutaan tahun berlalu sebelum hewan yang mirip monyet muncul pertama kalinya di Afrika, yang salah satu spesiesnya kemudian berkembang menjadi makhluk yang mirip manusia (hominid) denga otak yang jauh lebih kecil dibandingkan ukuran otak yang kita miliki. Hominid ini hidup antara 5,5 juta dan satu juta tahun lalu. 

Diduga makhluk yang mirip dengan manusia dan menggunakan alat pemotong terbuat dari batu ini. Namun, masih seperti kera, berkomunikasi secara naluriah, dengan bertukar tanda alamiah berupa suara(gerutuan, geraman, pekikan), postur dan gerakan tubuh termasuk gerak lengan dan tangan, lebih maju dibanding hewan primata masa kini. Mereka tidak menggunakan bahasa lisan yang membutuhkan berbagai suara yang subtil. Salah satu sebabnya, kotak suara mereka identik dengan suara kera, simpanse dan hewan primata lainnya yang kita kenal sekarang, yang tidak memungkinkan mereka mengkombinasikan berbagai suara untuk bahasa manusia. Pendeknya, cara komunikasi mereka sangat primitif dibandingkan dengan komunikasi kita. 

Banyak makhluk yang mirip manusia ini bertahan untuk beberapa waktu dengan berburu dan mengumpulkan makanan, namun kira-kira 35.000 tahun yang lalu akhirnya punah secara misterius. Sementara manusia modern (homo sapiens), nenek moyang kita, muncul secara misterius pula antara 90.000 dan 40.000 tahun lalu di Eropa dan Timur Dekat yang sebelumnya dihuni generasi hominid. Makhluk baru ini akhirnya menyebar ke berbagai bagian dunia, termasuk Asia dan Amerika. Mungkin terdapat beberapa tipe manusia saat itu, seperti sekarang juga, namun yang jelas kita manusia yang menghubi bum sekarang adalah keturunan mereka. 

Dulu, nenek moyang kita juga disebut Cro Magnon ini tinggal di gua-gua. Mereka punya sosok seperti kita, hanya saja lebih berotot dan tegap, mungkin karena hidup mereka penuh semangat dan makan makanan yang sehat. Mereka adalah pemburu dan pengumpul makanan yang berhasil. Ketika mereka belum mampu berbahasa verbal, mereka komunikasi dengan gambar-gambar yang mereka buat pada tulang, tanduk, cadas, dan dinding gua yang banyak ditemukan di Spanyol dan Prancis Selatan. Mereka menggambarkan bison, rusa kutub, dan mamalia lainnya yang mereka buru. Inilah sarana pertama yang dikenal manusia untuk merekam informasi. 

Dalam tahap perkembangan selanjutnya, antara 40.000 tahun dan 35.000 tahun lalu Cro Magnon mulai menggunakan bahasa lisan. Ini memungkinkan karena mereka punya struktur tengkorak, lidah, dan kotak suara yang kita miliki sekarang. Kelebihan homo sapiens dari makhluk sebelumnya adalah kemampuan mereka untuk mengembangkan salah satu jenis tanda yang disebut simbol atau lambang. 

Sedangkan makhluk hidup sebelumnya menggunakan mengandalkan ikon, indeks, simbol dalam komunikasi mereka. Kemampuan berbahasa inilah yang membuat mereka terus bertahan hingga kini, tidak seperti makhluk mirip manusia sebelumnya yang musnah. Karena Cro Magnon dapat berpikir lewat bahasa, mereka mampu membuat rencana, konsep, berburu dengan cara yang lebih baik, dan mempertahankan diri dengan lebih efektif dalam lingkungan yang keras dan cuaca yang buruk. 

Sekitar 10.000 tahun sebelum masehi mereka menemukan cara-cara bertani demi kelangsungan hidup mereka. Pendek kata, homo sapiens semakin makmur dari abad ke abad, karena mereka memiliki  banyak pengetahuan untuk bertahan hidup dan mengembangkan budaya mereka, yang kemudian mereka wariskan kepada generasi berikutnya. Mereka tidak hanya menggarap tanah dan beternak tetapi juga mengembangkan teknologi, termasuk penggunaan logam, anyaman, roda, kerekan dan barang tembikar. Mereka juga punya waktu untuk senang-senang, membuat inovasi dan berkontemplasi. Namun mereka belum dapat menulis. Sementara itu, bahasapun semakin beraneka ragam. Cara berbicara baru berkembang ketika orang-orang menyebar ke kawasan baru tempat mereka menemukan dan mengatasi problem yang baru. Bahasa-bahasa lamapun terus berevolusi, dari generasi ke generasi. 

Sekitar 5000 tahn lalu manusia melakukan transmisi komunikasi dengan memasuki era tulisan, sementara bahasa lisan pun terus berkembang. Transisi paling dini dilakukan Bang Sumeria dan Bangsa Mesir Kuno, lalu juga bangsa Maya dan Bangsa Cina yang mengembangkan sistem tulisan mereka secara independen. Tahun 2000 sM papirus digunakan secara luas di Mesir untuk menyampaikan pesan tertulis dan merekam informasi. Penyebaran sistem tulisan itu sampai akhirnya ke Yunani. 

Bangsa Yunani yang kemudian menyempurnakan dan menyederhanakan sistem tulisan. Menjelang kira-kira 500 SM mereka telah mengenal alfabet secara luas. Akhirnya lafabet Yunani itu diteruskan ke Roma tempat sistem tulisan berkembang hingga saat ini. Kitapun memasuki era cetak pada abad ke-15 yang beberapa abad kemudian disusul era radio, era TV, dan era komputer. Kesemuanya telah merekam hasil peradaban manusia untuk disempurnakan lagi oleh generasi-generasi mendatang lewat kemampuan mereka dalam berbahasa. 

Sumber : 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x