Mohon tunggu...
Fergusoo
Fergusoo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Spe Salvi Facti Sumus

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Mari Mengenal 3 Tradisi Unik Masyarakat Sulawesi Tenggara Menjelang Bulan Ramadhan

18 Mei 2020   21:38 Diperbarui: 18 Mei 2020   21:37 12024
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ZonaSultra.com

Identitas Indonesia dan dunia islam adalah satu perkawinan budaya agama dan budaya lokal yang telah menjadi satu. Hal ini sangat nampak terlihat dari bagaimana budaya-budaya Indonesia yang berubah dari dinamisime dan animisme ke arah semangat ajaran islam.

Kebiasan-kebiasan mempercayai arwah, patung, pohon dan lain sebagainya telah berubah seiring masuknya ajaran islam ke nusantara. Jadi sangat wajar bila ada begitu banyak tradisi budaya Indonesia dan semnagat ajaran Islam yang telah menjadi kultur yang satu. Contohnya nyatanya adalah tradisi menjelang Bulan Ramadhan.

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti-nantikan masyrakat muslim. Sebagai bulan suci yang penuh berkah dan pahala, Bulan Ramdhan adalah bulan yang sangat baik untuk menaikkan puasa beserta doa dan harapan. Wajar bila, sangat banyak masyarakat muslim yang sangat senang menyambut datangnya bulan mulia ini, termasuk masyarakat yang berada dikampung saya, Sulawesi Tenggara.

Provinsi Sulawesi Tenggara adalah daerah yang memiliki beragam suku dan budaya. Ada suku Tolaki, Muna, Buton, Wanci dan Masyrakat Bajo. Suku-suku asli ini mendiami beberapa wilayah daratan dan kepulauan. 

Keragaman ini membawa Sulawesi Tenggara pada kekayaan budaya dan tradisi, khususnya Tradisi menjelang Ramadhan. Oleh karena itu, saya akan menuliskan beberapa pengalaman tentang tradisi masyrakat Sulawesi Tenggara dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

1. Mobasa-basa

Tradisi Mobasa-basa adalah tradisi milik suku tolaki yang mendiami daratan Kota Kendari, Konawe dan sebagian daerah Kolaka. Tradisi ini dilakukan oleh para tetua adat, masyarakat dan bersama tokoh agama. 

Biasanya dilaksanakan sebelum menjelang 1 Ramadhan sebagai bentuk rasa ucapan syukur kepada Sang Maha Kuasa karena sudah dipertemukan lagi dengan bulan Ampunan dan bulan pahala. Tidak hanya itu, tradisi mobasa-basa juga adalah doa bersama untuk arwah para leluhur, tolak bala atau menyambut hari-hari besar Islam lainnya.   

Dulunya doa-doa yang dinaikkan dalam tradisi ini masih sangat kental dan erat dengan mantra-mantra masyrakat adat tolaki. Namun sejak kedatangan islam masuk kekampung-kampung masyarakat Tolaki, mantra-mantra tersebut bertransformasi ke dalam doa-doa islam. Semenjak itulah Mobasa-basa berevolusi menjadi tradisi budaya dan tradisi agama yang melebur kedalam satu keindahan menjelang puasa.

Saya merasakan betul bagaimana masyrakat disana masih memelihara dan mewariskan tradisi ini secara turun temurun. Selain itu, mobasa-basa juga telah membawa dampak silahturahmi, kebahagian dan persatuan yang semakin erat diantara sesama masysrakat yang ada di Sulawesi Tenggara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun