Mohon tunggu...
Fergusoo
Fergusoo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Spe Salvi Facti Sumus

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ini 3 Profesi yang Cocok untuk Najwa Sihab

5 Mei 2020   11:36 Diperbarui: 5 Mei 2020   12:17 246
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : Tribunews.com 


1. Menteri


Mba Nana itu orangnya cerdas. Buktinya ia memiliki wawasan yang sangat luas ketika mewancarai siapa saja. Jabatan menteri tentu sangat cocok untuk Mba Najwa. Sewaktu Joko Widodo terpilih untuk yang kedua kalinya sebagai presiden, ia malah sempat diisukan untuk duduk sebagai menteri.


Jika beliau menjadi menteri setidaknya ia sudah tak menjadi kritis dan bertanya-tanya lagi apa yang sudah pemerintah lakukan, bagaimana negara mengambil keputusan dan cara memainkan politik istana agar pemerintahan itu tetap solid bergerak dikabinet.


Saya yakin jika Mba Najwa menjadi menteri, ia pasti menjadi menteri semua orang. Ia akan mengayomi semua orang dan sudah barang pasti Mba Najwa akan sangat dekat dengan para jurnalis. Dan boleh jadi ia akan tukar guling sebagai orang akan diwawancarai bukan pewawancara. 

Ketika itu terjadi, kita akan sama-sama melihat apakah Najwa akan tetap sama dengan nilai-nilai yang diyakininya benar ataukah ia harus bermain kata menutupi fakta seperti yang biasanya selama ini ia cecar.

Lantas  menteri apakah yang cocok diberikan kepadanya? Yah saya berharap Mba Nana menjadi Mensos, Menkominfo atau bisa juga menjadi Menkumham menggantikan Yassona Laoly membenahi lapas dan sengkarut asimilasi bagi narapidana.

2. Anggota DPR

Tak ada salahnya jika Mba Nana menjadi bagian dari Tuan dan Puan Dewan Yang Terhormat di senayan. Berbekal nalar kritis dan optimis, Mba Nana pasti mampu mewakili suara-suara minor dan segudang keresahan rakyat ditanah air. 

Misalnya soal kasus pelemahan KPK, UU Ombinus Law serta UU Perempuan. Saya yakin mba najwa menguasi semua bidang itu dan tentu akan keras menolak semua pasal-pasal yang bertolak dari idealisme mba selama menjadi jurnalis.

Untuk menjadi seorang anggota DPR pun rasa-rasanya tak susah-susah amat. Popularitas yang gemilang serta memiliki banyak kawan dan sahabat pasti membuat mba bisa diterima dipartai mana saja. Lalu tinggal memilih daerah pemilihan dan basis mana. Dan boom, mba dengan sekejap sudah bisa duduk disinggah sana para perwakilan rakyat yang terhormat.

Didalam sana, khasana dan wawasan berpikir mba pasti akan semakin terbuka lebar. Alur dan dinamika perpolitikan di DPR akan semakin seksi bila sesosok perempuan mampu mengeluarkan opini yang tajam, kritik yang bernas serta idealisme yang konkrit untuk meruntuhkan semua pandangan gelap tentang DPR RI. Niscaya mba akan menjadi Foundingmother bagi puan-puan yang lain untuk berkiprah di DPR RI.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun