Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Administrasi - Bung Arson, Pengamat dan Pemerhati Olahraga Khususnya Sepakbola

Olahraga adalah nadi yang harus selalu digerakkan, dan ketika menulis topik lainnya harus sesuai dengan sudut pandang sendiri dan pemikiran yang matang

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Italia Juara Euro karena Mancini Lebih Cerdik dan Southgate Terlihat Bodoh

12 Juli 2021   08:15 Diperbarui: 12 Juli 2021   09:02 9162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Photo by Facundo Arrizabalaga - Pool/Getty Images)

Entah apa yang merasuki Gareth Southgate sehingga ia dengan berani mengubah komposisi pemain, dan taktik pola permainan yang telah terbukti mengantarkan Inggris ke Final Euro untuk pertama kalinya.

Apakah Southgate ingin mengejutkan Italia, atau Southgate ingin mengulang taktik yang ia terapkan saat bertemu dengan Der Panzer Jerman, namun kali ini taktik dan kecerdikan Southgate gagal membuahkan gelar Juara bagi Inggris.

Gareth Southgate melakukan perjudian dalam komposisi pemain yang ia turunkan untuk menghadapi Italia. The Winning Team yang membawa Inggris menang atas Denmark ia ubah. 

Pola permainan yang biasa ia pakai 4-2-3-1 diubahnya di laga Final menjadi 3-4-2-1. Bukayo Saka yang bermain bagus saat bertemu Denmark, karena ia berhasil mengkreasi salah satu gol bunuh diri Denmark. Namun dikesempatan final ini, Southgate menempatkan Saka dibangku cadangan dan digantikan oleh Kieran Trippier.

Perubahan taktik ini, nampaknya Southgate lakukan untuk mengimbangi lini tengah Italia yang tampil mengesankan selama Euro 2020, bisa dikata lini tengah Italia mempunyai keseimbangan paling moncer, diantara tim peserta lainnya. Tak salah jika Italia menampilkan permainan paling menarik di Euro 2020 ini.

Sedangkan Roberto Mancini tidak melakukan perubahan taktik apapun, pola permainan dan komposisi pemain yang ia turunkan saat meladeni Spanyol di babak semifinal, tetap Mancini pertahankan.

Sejak wasit Bjorn Kuipers, asal Belanda meniup peluit tanda pertandingan dimulai, kedua tim langsung bermain secara terbuka. Italia dan Inggris langsung melancarkan jual beli serangan.

(Photo by Facundo Arrizabalaga - Pool/Getty Images)
(Photo by Facundo Arrizabalaga - Pool/Getty Images)

Hasilnya di menit ke-2, Luke Shaw berhasil mencetak gol cepat melalui tendangan first time, memanfaatkan umpan Kieran Trippier yang gagal diantisipasi oleh lini pertahanan Italia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun