Mohon tunggu...
Ari Sony
Ari Sony Mohon Tunggu... Administrasi - Bung Arson, Pengamat dan Pemerhati Olahraga Khususnya Sepakbola

Olahraga adalah nadi yang harus selalu digerakkan, dan ketika menulis topik lainnya harus sesuai dengan sudut pandang sendiri dan pemikiran yang matang

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Juara Piala Super Italia, Lazio Paham Betul Cara Mengalahkan Juventus

23 Desember 2019   04:32 Diperbarui: 24 Desember 2019   04:28 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Para pemain Lazio merayakan gol ke gawang Juventus dalam laga Piala Super Italia 2019 di Stadion King Saud University, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (22/12/2019).(GIUSEPPE CACACE / AFP)

Dalam tempo 14 hari atau 2 minggu, Lazio berhasil mengalahkan Juventus dua kali. Delapan tahun terakhir Juventus begitu dominan di Seri A, tidak ada klub Seri A yang dapat menumbangkan Juventus sebanyak dua kali dalam tempo singkat. 

Keberhasilan Lazio menumbangkan Juventus sebanyak dua kali, tidak lain karena jadwal Seri A dan Super Cup Italia jaraknya berdekatan. Keberhasilan Lazio mengalahkan Juventus sebanyak dua kali, dalam tempo singkat patut diapresiasi. Apalagi Lazio, dalam beberapa musim terakhir bukan favorit di Seri A.

Dalam periode kesuksesan Juventus selama delapan tahun, tim pengganggu Juventus dalam mengancam perebutan gelar juara liga Italia, adalah AS Roma dan Napoli. Sehingga kemenangan Lazio dalam laga Seri A pekan 15 dan Super Cup merupakan sebuah kejutan yang sudah lama dinantikan publik sepakbola Italia. 

Dominasi Juventus selama delapan musim terakhir, tentu membosankan bagi publik sepakbola Italia. Dengan keberhasilan Lazio, menumbangkan Juventus diharapkan mampu memotivasi tim lain untuk bisa mengalahkan Juventus.

Sebelumnya Lazio, pernah punya kisah manis kala menyalip Juventus ditikungan terakhir, pada balapan perebutan gelar juara liga Italia musim 1999/2000. 

Pada waktu itu, hingga pekan ke-33 Lazio tertinggal dua angka dari Juventus. Pada pekan terakhir, tepatnya pekan ke-34 secara mengejutkan Juventus dikalahkan oleh Perugia dengan skor 0-1 dalam pertandingan yang sempat dihentikan karena faktor hujan deras, saat itu Perugia diperkuat salah satu bintang Jepang yaitu Hidetoshi Nakata. 

Sedangkan Lazio berhasil mengalahkan Reggina dengan skor 3-0. Setelah laga Perugia melawan Juventus berakhir maka tumpahlah euforia suporter dan pemain Lazio di stadion Olimpico Roma untuk merayakan menjadi juara liga Italia musim 1999/2000, dengan unggul selisih satu poin dari Juventus.

Keberhasilan ini, tidak lepas dari campur tangan Presiden Lazio Sergio Cragnotti yang memberikan skuad mewah pada saat itu. Dibawah asuhan pelatih Sven-Goran Eriksson, para pemain bintang Lazio seperti Sinisa Mihajlovic, Dejan Stankovic, Juan Sebastian Veron, Simone Inzaghi, Marcelo Salas, Alesandro Nesta, dan Pavel Nedved. Mereka bahu membahu, menjadi satu tim untuk meraih gelar scudetto yang sangat klimaks bagi Lazio. Tetapi menyakitkan bagi Juventus.

Kembali kepada Lazio, yang berhasil mengalahkan Juventus dalam tempo 14 hari. Kemenangan pertama, terjadi pada pekan ke-15, saat Juventus bertandang ke stadion Olimpico Roma. Juventus secara mengejutkan kalah, dari Lazio dengan skor 1-3. Juventus unggul terlebih dahulu, lewat gol Cristiano Ronaldo, kemudian berhasil disamakan oleh Luiz Felipe. 

Kartu merah yang diperoleh Juan Cuadrado pada menit ke-69 menjadi awal petaka Juventus. Dua gol selanjutnya dari Milinko-Savic dan Felipe Caicedo, memenangkan Lazio. Keberhasilan Lazio, mengalahkan Juventus pada pekan-15 tidak membuat publik sepakbola Italia atau pengamat mengapresiasi, karena faktor kartu merah Juan Cuadrado menjadi penyebab.

Faktor tersebut, yang menjadi penyebab Lazio tetap tidak diunggulkan kala bersua lagi dengan Juventus di Final Super Cup Italia, di Stadion King Saud University, Riyadh Arab Saudi. Dalam pertandingan final, Lazio unggul terlebih dahulu lewat gol Luis Alberto pada menit ke-16, kemudian disamakan oleh Paulo Dybala pada menit 45. Lazio akhir mengalahkan Juventus lewat gol Senad Lulic pada menit ke-73 dan ditutup oleh gol Danilo Cataldi di masa injury time. Gelar juara Piala Super Italia, menjadi gelar kelima bagi Lazio sebelumnya Lazio berhasil juara pada tahun 1998, 2000, 2009 dan 2017.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun