Mohon tunggu...
Farzana
Farzana Mohon Tunggu... A Writer, A Counselor

Ditulis aja dulu, sempurnanya belakangan. Instagram, Twitter : @sofiafarzanah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Heboh Penolakan Intoleransi, Agama Perdamaian adalah Solusi

31 Desember 2020   09:45 Diperbarui: 4 Januari 2021   21:27 137 0 0 Mohon Tunggu...

Banyak nasihat dalam Al-Qur’an tentang perdamaian dunia, cinta dan rasa saling menghargai. Sungguh jelas bahwa kekerasan dan sikap menyakiti oranglain amat tidak di anjurkan oleh Allah S.w.t

--

Indonesia kaya akan budaya dan etnis, yang telah juga dihuni beragam paham pemikiran. Orang yang amat keras menuntut perubahan kerap dilabeli Radikalis, Orang yang menghargai sesama, bergaul dan membaur dengan kaum lain disebutnya kaum Liberalis.

Islam berkembang tidak statis, pemikiran, aliran, keyakinan sudah menjadi identitas seseorang selain perbedaan fisik. Perbedaan itulah seakan menjadi dinding pemisah nan terkotak-kotak tak khayal menimbulkan perdebatan, perbandingan hingga permusuhan. Benih-benih sederhana yang akan tertimbun menjadi bukit kebencian.

Belakangan ini sempat ramai soal gerakan Tauhid dan penegakan Khilafah di negara Indonesia, dari berbagai sisi penolakan terhadap intoleransi ramai-ramai sehingga mereka merasa gerakan dan upayanya terus dikriminalisasi dan dimonsterisasi, Islamophobia di Indonesia mencuat karena adanya indikasi ketidakpatuhan terhadap dasar negara.

Banyak ditemukan, pemahaman radikalisme masuk ke pelajaran Agama di sekolah, aturan aturan berpakaian, hingga tidak diajarkannya toleransi. 

Diluar sana, khususnya negara barat, Islam dituduh sebagai agama yang berbahaya dan kejam, Terrorisme, Radikalisme. Pelarangan Islam dinegara barat di perketat dari Atribut seperti Hijab, Burkah, Perusakan rumah Ibadah, Pemeriksaan extra ketat di Imigrasi atas Imigran yang memiliki nama atau berasal dari Negara Islam. Padahal kenyataannya sangat berlawanan dengan yang dituduhkan. Islam adalah agama yang damai, aman dan persatuan. Al-Quran sarat dengan ajaran-ajaran seperti itu sehingga memberi akan klaim tersebut.

Islam menjadi kaum minoritas di beberapa negara. Meskipun demikan tak sedikit juga orang yang amat cinta toleransi. Persekusi antar manusia gencar terjadi. Bully dan pemboikotan menjadi gerakan yang seakan mewabah. Diskirminasi antar agama dan diskiriminasi seagama juga ramai. Meski agama kerap dijadikan kendaraan politik, ataupun popularitas yang diperjualbelikan. Nampaknya perdamaian dapat terwujud jika intisari dari nikmatnya beragama islam dapat diimplementasikan.

Islam sejati adalah islam yang mengedepankan dan menjunjung tinggi yang namanya Adab, Islam Rahmatan lil alamin yakni Kasih Bagi Seluruh Alam. Bukan hanya untuk satu negara saja, atau satu komunitas saja, tapi kedamaian bagi seluruh umat.
Hak Allah S.w.t dalam mencap segala yang baik dan buruk, tugas manusia ialah memanusiakan dirinya dan lingkungan nya dengan Ilmu dari Allah dan Akhlaq yang baik. 

Telah jelas Ajaran mulia dalam Al-Qur’an tentang perdamaian dunia, namun orang tetap perlu melihat contoh dari mereka yang mengikuti ajaran tersebut. Sebuah teladan mulia telah ditunjukkan dalam praktek seluruh kehidupan Rasulullah s.a.w sendiri. 


لَقَد كانَ لَكُم في رَسولِ اللَّهِ أُسوَةٌ حَسَنَةٌ

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN