Mohon tunggu...
Sultoni
Sultoni Mohon Tunggu... Freelancer - Suka politik dan traveling

Menulis untuk mengasah dan melatih nalar berfikir. Menulis sebagai upaya untuk meninggalkan jejak yang positif bagi peradaban. Menulis untuk melawan lupa.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menakar Peluang Anies Menuju Istana

6 Oktober 2022   14:00 Diperbarui: 6 Oktober 2022   22:38 296 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Anies Baswedan saat memberikan pidato politiknya diacara deklarasi capres Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta (03/10/2022). Foto : Republika.co.id

"Meskipun telah resmi diusung sebagai capres oleh Partai Nasdem, posisi Anies masih relatif belum aman untuk mendapat tiket sebagai capres di Pilpres 2024 ."

Meskipun telah resmi ditetapkan sebagai capres yang akan diusung oleh Partai Nasdem di Pilpres 2024 mendatang, langkah Anies Baswedan menuju istana sepertinya masih belum bisa dikatakan aman.

Anies masih harus melalui jalan liku yang cukup panjang untuk bisa menuju ke istana.

Pasalnya masih ada aral melintang yang bisa saja mengganjal langkah Anies  untuk menjadi presiden di pilpres 2024.

Paling tidak ada tiga masalah utama yang berpotensi menghambat pencalonan Anies Baswedan sebagai capres 2024.

Apa sajakah itu?
Mari kita bahas satu persatu.

Pertama, partai koalisi pendukung.

Sebagaimana diketahui, Partai Nasdem selaku partai pengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024 saat ini hanya memiliki 59 kursi atau 9,05 persen dari total kursi di DPR.

Sedangkan dalam undang-undang pemilu, salah satu syarat untuk bisa mengusung capres-cawapres di Pilpres 2024 adalah, parpol pengusung capres paling tidak harus mempunyai minimal 20 persen kursi di DPR.

Syarat ambang batas pencalonan presiden oleh partai politik atau gabungan partai politik ini disebut dengan istilah presidential threshold.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan