Mohon tunggu...
mardianto mgl
mardianto mgl Mohon Tunggu...

sedikit ilmu yang dibagi lebih baik daripada banyak ilmu yang disimpan sendiri,

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Inikah Wajah Terdepan Indonesia?

18 Oktober 2015   08:53 Diperbarui: 18 Oktober 2015   11:28 324 6 3 Mohon Tunggu...

Pernah aku menonton film " Tanah Surga Katanya" karya dari sutradara Herwin Novianto. film itu sangat bagus karena menurut saya film itu bisa menggambarkan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan. Film itu membuatku sadar akan daerah perbatsan di Indonesia. Seharusnya wilayah perbatasan merupakan cerminan dari wajah Indonesia. Apa negara kita tidak malu dengan negara tetangga yang sangat memperhatikan wilayah perbatasannya. Penduduk mereka sangat makmur karena mereka sangat diperhatikan oleh negaranya. Bandingkan dengan penduduk wilayah perbatasan kita yang masih berada di garis kemiskinan. pemerintah sekarang harus "lebih" menyadari hal itu. Karena mereka adalah aset dari bangsa ini. Jangan sampai mereka terlepas dari bumi pertiwi karena hal ini.

["sumber film tanah surga katanya"][/caption]

Pembangunan infrastruktur baik itu jalan raya, sekolah, ataupun puskesman sangat minim. Dibandingkan dengan di jawa yang pembangunannya sangat cepat, tentu mereka sangat tertiggal jauh. Pembangunan itu seharusnya memperhatikan aspek keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang ada di Pancasila sila ke lima. pemerintah harus ingat, "Indonesia bukan cuma jawa." Tapi Indonesia adalah dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat di perbatasan Kalimantan dan masyarakat Indnesia TImur harus diperhatikan.Sehingga Indonesia tetap satu dibawah bendera merah putih.

["sumber smartata.wordpress.com"]

[/tanah surga katanya]

Masyarakat yang sedang mengalami sakit harus berjuang melewati rawa dengan menggunakan sampan untuk mendapatkan pengobatan yang baik. Bahkan banyak dari masyarakat yang memilih melakukan pengobatan untuk keluarga atu dirinya sendiri di negara tetangga. menurut mereka pelayanan kesehatan di negara tetangga lebih baik dibandingkan di negaranya sendiri. Peran pemerintahan Indonesia di mata masyarakat perbatasan kurang dirasakan. jika ada pun mungkin hanya di Ibukota Kabupatennya saja. Kalau di desa mungkin ada dokter namun hanya bisa menangani sakit yang ringan ringan saja. sedangkan untuk penyakit yang parah biasanya dibawa ke rumah sakit negara tetangga.

["sumber fahmina.or.id"]

[/perbatsan]

Dalam hal ekonomi dan pencukupan kebutuhan sehari hari mereka juga rata rata mendapatkan dari wilayah negara tetangga. Menurut mereka akses transportasi dan jalan yg ditempuh menuju negara tetangga lebih baik dibandingkan di negara sendiri.Mereka juga menjual hasil bumi mereka yang merupakan hasil bumi Indonesia karena harganya yang lebih menggiurkan. Dalam sistem ekonomi pembayaran, banyak dari mereka yang menggunakan mata uang negara lain daripada menggunakan mata uang rupiah. Ini sungguh disayangkan karena rupiah yg merupakan salah satu dari identitas dari bangsa Indonesia karena merupakan uang remi negara kita jarang digunakan di perbatasan, bahkan mereka menggunakan mata uang negara tetangga. Dalam hal ini mereka sebenarnya juga tidak ssalah. mereka melakukan ini karena mereka butuh. mereka butuh barang yang layak dan murah. Kita tidak bisa menyalahkan mereka. Lalu siapa yang salah di sini?

Kalau kita lihat pembanguna infrastruktur jalan jembatan atau sistem transportasi lain, maka itu sangat menyedihkan. Bandingkan saja dengan negara tetangga yang sangat memperhatikan wilayah perbatasanntya. Mereka sadar daerah perbatasan adalah aset bagi bangsa. Jalan dari tanah yang menjadi berlumpur ketika musim penghujan sangat sulit untk di lalui. Jika melewati jalur air mungkin juga susah karena biasanya kita bisa sampai di situ dengan menggunakan kapal yang tidak terlalu besar. Kalau transportasi laut kebanyakan daerah perbatasan masih belum memilikinya. Lalu mana pemerintah Indonesia

("sumber uyununyu.blogspot.com"]

[/Tanah Surga Katanya Film]

Dalam hal pendidikan wilayah perbatasan juga masih sangat tertinggal. SEkolah Dasar hanya sedikit, SEkolah manengah pertama dan kedua tambah sedikit, apalagi pergurun tingi "nyaris tidak ada." Bandingkan dengan Kota Yogyakarta yang memilikI ratusan perguruan tinggi yang terkenal. Lalu bagaimana pendidikan bisa merata kalau seklah sekolah tinggi hanya di kota besar. Masyarakat terutama para pelajar di daerah perbatasan juga ingin maju. mereka ingin sekolah yang tinggi seperti rang lain. Mungkin ada beasiswa dari pemerintah untuk para pelajar yang cerdas yang kurang mampu yang berasal dari daerah perbatasan. Tapi bagaimana dengan orang yang memiliki kecerdasan yang biasa? apakah mereka tidak mendapatkan hak yang sama dengan rang pintar? Kita tentu ingat tujuan dari negara Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea 4 yaitu mencerdaskan bangsa. harus diingat bahwa dalam kalimat itu tidak dijelaskan bahwa yang mendapat pendidikan itu hanyalah khusus bagi orang orang pintar saja. tapi dalam kenyataannya beasiswa atau bantuan pendidikan hanya didapat untuk orang orang pintar saja.

Orang yang kaya saja yang memiliki banyak uang mobil dimana mana masih mencari sekolah gratis terutama sekolah yang ikatan dinas. Tentu sangat membuat heran, orang kaya saja ingin gratisan padahal mereka mampu, apalagi mereka yang kurang mampu tapi sayang tak mendapatkan kesempatan. Mungkin benar kata kata Rhoma Irama "yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin." tentu sangat aneh kan, mereka mampu hidup sejahtera dan sekolah gratis, tapi disisi lain orang tak mampu hidup pas pasan tak mampu lanjut sekolah cuma bisa bekerja sebagai buruh saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x