Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Konsultan - Pengamat
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Niat berbagi

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

(0) Ramadhan Tak Biasa, Refleksi dan Introspeksi

22 April 2020   18:56 Diperbarui: 25 April 2020   17:31 432
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: doc.Suoartono JW

 Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, umat Islam di hampir seluruh dunia dan Indonesia, akan menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan tak biasa dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H di rumah saja. 

Selama ini, setiap perayaan Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, bagi umat muslim, efek rezekinya juga mengalir ke seluruh umat beragama lain, khususnya secara sosial dan ekonomi. 

Jadi, meski Ramadhan dan Hari Raya milik umat Islam, rezeki juga mengalir untuk umat agama lain. Mall, swalayan, pasar, toko-toko, warung-warung, transportasi, hingga tempat hiburan dan rekreasi dll. akan mengais rizki dari kehadiran bulan yang penuh berkah ini dan perayaan Idul Fitri. 

Bagaimana dengan kondisi Ramadhan tak biasa dan Idul Fitri 1441 H tahun ini? Sudah barang tentu akan menjadi catatan sejarah tersendiri, karena akibat pandemi corona, khususnya ibadah salat, tarawih, salat Idul Fitri, hingga berkumpul dengan sanak keluarga, saudara, kerabat, teman, sahabat, tidak akan lagi dapat dilakukan, mengingat hingga saat ini, kasus pandemi di Indonesia pun masih terus meningkat dan belum terlihat akan mereda. 

Pemerintah pun secara resmi sudah mengeluarkan peraturan larangan mudik yang selama ini menjadi budaya dan tradisi Indonesia. 

Semoga saja, atas izin Allah, pandemi corona di Indonesia dan seluruh dunia dapat berakhir di bulan Ramadhan dan saat Hari Raya Idul Fitri. Semua umat manusia dapat beraktivitas normal kembali. Aamiin.

Namun, bila bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, situasi pandemi masih belum usai, maka, seluruh umat manusia dan khususnya umat muslim, dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini. Bulan Ramadhan di tengah pandemi corona, wajib dapat dimaknai dan disikapi secara positif. 

Satu di antara cara memaknai dan menyikapi secara positif itu, kita jadi memiliki waktu yang banyak untuk selalu merefleksi dan mengevaluasi diri. 

Refleksi dan evaluasi ini juga bukan hanya dilakukan oleh individu, tapi oleh masyarakat hingga para pemimpin negeri, sebab sepanjang pandemi corona terjadi, negeri ini pun terus diterpa kisruh berkepanjangan. 

Refleksi buang waktu, merepotkan 

Berdasarkan rujukan KBBI, refleksi adalah gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun