Mohon tunggu...
Siti Fatimah
Siti Fatimah Mohon Tunggu... Guru - SDN Grogol Selatan 01

Seorang guru SD di sebuah sekolah negeri di DKI Jakarta. Saat ini sedang memulai belajar menulis. Saya mempunyai seorang anak yang sangat senang ketika dibacakan cerita. Akan sangat bangga apabila bisa membacakan cerita dalam buku karangan sendiri kepada ananda tercinta. Semoga mimpi itu bisa terwujud.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Seni Menegur Tanpa Melukai Hati

20 Oktober 2022   10:17 Diperbarui: 20 Oktober 2022   10:19 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seni Menegur Tanpa Melukai Hati

Sering kali kita tidak sependapat dengan pemikiran atau perbuatan orang lain atau kita lihat orang lain melakukan kesalahan. Kemudian kita berusaha untuk menegurnya. Namun, acapkali teguran kita membuat orang lain sakit hati. Akhirnya yang terjadi adalah rusaknya hubungan, permusuhan, dan bahkan perpecahan. Lalu bagaimana cara menegur yang baik tanpa melukai hati orang lain?

1. Jangan menegur di depan umum

Menegur di depan umum atau banyak orang tentu akan membuat orang yang kita tegur merasa malu. Bukannya memperbaiki kesalahnnya, justru orang tersebut akan menjauhi dan membenci kita. Kita pun tentu tidak mau jika diperlakukan seperti ini. Maka, hindarilah menegur orang lain di depan umum. Begitu juga jika forum yang kita gunakan adalah chat. Maka jangan sekali-kali menegur orang di group. Usahakan menegur secara langsung, face to face atau melalui chat pribadi. Hal ini akan lebih berkesan bagi orang yang ingin kita tegur.

2. Gunakan bahasa yang baik

Jangankan menegur, dalam percakapan biasa saja, tentu kita tidak suka bila lawan bicara kita menggunakan bahasa yang kasar. Terlebih saat menegur, usahakan menggunakan kalimat, diksi, dan bahasa yang baik. Hal ini tentu membuat orang yang kita tegur bisa menerima dengan baik.

3. Awali dengan narasi

Dalam menegur sebaiknya kita tidak langsung to the poin, tetapi ajak dulu ngobrol dengan kalimat pembuka. Sehingga orang yang kita tegur tidak merasa kaget dengan teguran kita. Narasi awal ini sebaiknya yang ada kaitannya dengan topik teguran yang akan kita sampaikan. Kita bisa menggunakan kalimat yang dapat menggiring orang tersebut menyadari akan kekeliruannya tetapi tidak sadar bahwa kita telah menegurnya secara halus.

4. Selingi dengan bercanda

Dalam menyampaikan teguran kepada orang lain, sebaiknya jangan terlalu kaku atau formal. Selingi dengan sedikit candaan agar lawan bicara kita tetap merasa enjoy dan nyaman dengan kita. Bila susasana itu terbentuk, maka lebih besar kemungkinan dia mau mendengarkan teguran dari kita untuk kemudian memperbaiki perilakunya.

5. Akhiri dengan solusi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun