Mohon tunggu...
SISKA ARTATI
SISKA ARTATI Mohon Tunggu... Guru - Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Bergabung sejak Oktober 2020. Antologi tahun 2023: 💗Gerimis Cinta Merdeka 💗Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Versi Buku Cetak 💗 Yang Terpilih Antologi tahun 2022: 💗Kisah Inspiratif Melawan Keterbatasan Tanpa Batas. 💗 Buku Biru 💗Pandemi vs Everybody 💗 Perubahan Itu Pasti, Kebajikan Harga Mati - Ebook Karya Antologi 2020-2021: 💗Kutemukan CintaMU 💗 Aku Akademia, Aku Belajar, Aku Cerita 💗150 Kompasianer Menulis Tjiptadinata Effendi 💗 Ruang Bernama Kenangan 💗 Biduk Asa Kayuh Cita 💗 55 Cerita Islami Terbaik Untuk Anak. 💗Syair Syiar Akademia. Penulis bisa ditemui di akun IG: @siskaartati

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Takut, Cemas, Sedih, Khawatir Gantikan dengan Berani, Optimis, Bahagia dan Yakin "Badai Pasti Berlalu"

9 Juli 2021   08:42 Diperbarui: 9 Juli 2021   11:46 623
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Gambar: https://m.dream.co.id

Jadi, dalam keadaan sakit maupun sehat, dalam duka maupun cita, dalam kecewa maupun puas, dalam khawatir maupun optimis, tetaplah bersyukur, ucapkan Alhamdulillaah, Allah masih sayang dengan kita.

Bahagia, semangat dan optimis (sumber gambar: https://www.motherandbaby.co.id)
Bahagia, semangat dan optimis (sumber gambar: https://www.motherandbaby.co.id)

Ikhtiar yang berbuah pahala

Percayalah, kawan semua, bahwa segala usaha yang kita lakukan menuju kebaikan, perubahan hidup yang lebih berkualitas dan bermakna, tiadalah sia-sia di mata Tuhan Yang Maha Pengatur atas segala sesuatu. Jangan bolehkan rasa putus asa dan keraguan bercokol di hati kita. Karena sesungguhnya ia akan meruntuhkan benteng keyakinan untuk sembuh, bangkit, berbuat baik, dan hal-hal terpuji lainnya.

Cemas boleh, khawatir itu wajar, sedih itu alamiah, karena kita manusia lemah yang mengharap bantuan dari Yang Maha Kuasa. Jika berharap kepada sesama manusia yang penuh kelemahan dan kekurangan, pun kita akan mendapatkan kecewa. Hanya kepada-Nya kita bergantung dan meminta agar keadaan kembali pulih dan menjadi lebih baik. Bukan harapan kosong, melainkan pinta dengan sebaik-baik doa.

Mengapa kita musti memulai aktivitas dengan berdoa?

Pembaca Kompasiana yang berbahagia,  libatkan Tuhan dalam segala aktivitas kita, karena DIA-lah yang tahu akan masa depan, apa yang akan terjadi, apa yang akan terwujud dari usaha yang kita lalukan. 

Dalam iman Islam, berdoalah sebelum memulai, lakukan yang terbaik, dan berserahlah hasilnya kepada Allah (tawaqal).

Contoh yang kita lakukan dalam menjalani hidup sehat adalah mengkonsumsi makanan sehat lagi halal. Baik sumber makanan dan minuman, maupun cara mendapatkannya. Dengan membaca Bismillaahirrahmaanirrahiim, kita berdoa agar makanan yang kita makan memberikan kesehatan dan keberkahan bagi tubuh. Biarlah Allah yang mengatur makanan tersebut menjadi energi yang baik, vitamin yang menguatkan tubuh, zat-zat yang terkandung didalamnya menjadi sumber yang menyehatkan.

Kita tahu bahwa nasi mengandung karbohidrat baik, namun orang takut mengkonsumsi karena mengandung kadar gula, takbaik buat diabetes. Daging mengandung kolesterol, takbaik untuk yang darag tinggi. Telur dan Ikan mengandung protein, tak baik untuk yang sedang sakit inilah dan itulah.

Padahal segala sesuatu itu baik adanya, asal dikonsumsi sesuai takaran tubuh kita, tak berlebihan, ya sesuai porsinya lah. Takperlu harus menghindarinya. Diet pun dilakukan seperlunya, jika itu harus dilakukan bagi kita yang sedang berjuang dalam kesembuhan.

Boleh juga mampir ke artikel:

Tersenyumlah sobat, kita selalu bersama. Yuk, kita gunakan kata-kata dan kalimat positif dalam komunikasi harian, karena kata adalah doa yang diucap berulang-ulang. Izinkan malaikat dan makhluk Allah lainnya mengaminkan apa yang yang kita omongkan, kita perbincangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun