Mohon tunggu...
Susilawati
Susilawati Mohon Tunggu... Penggiat Medsos. Sadar Berbangsa dan Bernegara. Jadilah pemersatu.

Penggiat Medsos. Sadar Berbangsa dan Bernegara. Jadilah pemersatu.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Pemimpin Percaya Diri, Rakyat Tenang Bersandar

1 April 2020   15:15 Diperbarui: 1 April 2020   15:31 59 0 0 Mohon Tunggu...

Secara umum kepemimpinan itu amatlah penting perannya, karena ia bertanggung jawab untuk mengajak orang2 mengikuti visi yang sama untuk sampai ke tujuan dengan aturan yang sudah ditetapkan serta pengendalian (koreksi dan evaluasi) secara berkala. Ia bertanggung jawab bagaimana roda organisasi berjalan baik, dengan spirit kerja yang selalu besar, budaya organisasi yang ramah/akrab namun tetap fokus pada kinerja akan memudahkan dalam pencapaian hasil.

Begitu pula pada organisasi politik yang bertujuan menghasilkan pemimpin yang mampu menjalankan roda pemerintahan dengan on the right track dan bertanggung jawab. Setiap pemimpin tentunya memiliki kelebihan2 dibanding orang pada umumnya, karena ia mampu menerima tanggung jawab yang amat besar, utamanya tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi bangsa dan negaranya.

Sejak reformasi tahun 1998, Indonesia mengalami keadaan yang cukup berat di mana pemimpin masa orde baru diturunkan oleh rakyat karena diduga negara dikelola oleh keluarga, kerabat dan antek2nya berdampak ekonomi tidak merata untuk seluruh masyarakat Indonesia,  dan berakibat negara chaos serta nilai rupiah terperosok jauh terhadap dollar Amerika yakni  Rp 18.000. Sejak itu diamandemenlah UUD 1945 menjadi UUD tahun 2002 yang berubah sistem politik Indonesia menjadi Demokrasi. Dimana Kepala negara yang juga sebagai Kepala Pemerintahan dipilih langsung oleh rakyat secara demokratis. Disinilah filter untuk mendapatkan pemimpin negara yang diharapkan dapat membawa kapal besar bernama Indonesia.

Sejauh ini keadaan Indonesia masih stabil oleh kepemimpinan Pemerintahan yang ada walau dirasakan juga oleh rakyat keadaan yang secara ekonomi mengalami penurunan, kemungkinan akibat dampak ekonomi dunia juga. Ekonomi rakyat dan ekonomi negara yang belum stabil yang terdampak ekonomi global benar2 dirasakan oleh dunia usaha khususnya.

Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi semua persoalan bangsa yang muncul. Ekonomi yang belum stabil kemudian ditambah lagi dengan merebaknya wabah yang berasal dari negri Cina tepatnya di kota Wuhan, semakin menambah beban kerja pemimpin khususnya dalam hal ini Presiden.

Virus corona yang disebut juga dengan nama lain yaitu Covid-19 adalah virus baru yang menyebarnya dari orang ke orang serta dengan gelaja batuk kering, pilek, demam sesak nafas, dan utamanya menyasar kelompok usia tua serta rentan penyakit atau yang sudah memiliki riwayat penyakit penyerta sebelumnya. Kondisi ini tentunya membuat seluruh masyarakat panik dan Pemimpun (Pemerintah) dalam hal ini juga harus memastikan tentang pola penyebaran virus serta bagaimana upaya pencegahan, penangkalan dengan pasti untuk mengetahui sikap/tundakan apa yang diambil dalam menyelamatkan seluruh bangsa.

Karena virus ini menyasar orang dengan tidak memilih sasarannya siapa, bila dipastikan tidak menjaga kebersihan fisik terus menerus minimal sering mencuci tangan dan tidak keluar rumah. akibatnya semua kegiatan dilakukan via digital dan ini berdampak ke hal lain yaitu penggunaan quota yang besar dan upaya dari pemerintah lagi untuk bertindak dan menyikapi hal ini bagaimana quota tercukupi dan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitasnya masing2, ditambah bila tidak ada kegiatan fisik tentunya smua menggunakan gadget untuk kebutuhan menghibur diri agar tidak jenuh, ini merupakan tantangan tersendiri lagi bagi seorang pemimpin sebagai pengambil keputusan tertinggi.

Hiruk pikuk di ruang media sosial karena semua merasakan kepanakan akibat wabah ini, bagaiman tidak pemerintah dan rakyat sama2 diuji untuk tetap tenang di sisi lain korban positif corona yang meninggal terus berjatuhan. Begitu banyak masyarakat yang memberikan input2 terbaik untuk pemerintah, adapula yang memanfaatkan momen ini untuk kepentingan politik pribadinya, biasanya ini adalah para petualang politik, yg sebenarnya tidak memiliki kekuatan legal untuk menjadi  penyeimbang dalam pemerintahan, tapi dampaknya banyak orang ikut  terpengaruh dan dikuatirkan semakin ricuh bila dibiarkan. Situasi ini benar2 manjadi hambatan tersendiri lagi bagi pemerintah.

Bila pemerintah yakin dan percaya diri terhadap semua upaya yang telah dilakukan secara step by step (karena pemerintah harus melihat semua sisi bila ingin memutuskan sesuatu agar tidak berdampak unstabilitas negara) maka dilakukan secara komprehensif integral dan diharapkan akan berdampak solusi yang efektif. Tentu saja dalam menjalani proses untuk sampai ke tujuan kadang dirasa ada situasi2 yang tidak nyaman karena banyak faktor.

Dalam hal ini bukan semata bergantung pada pemimpin tingkat pusat tetapi juga pemimpin tingkat daerah, seluruh gubernur dan bupati/walikota sebagai kepala daerah terdepan dekat dengan rakyat juga melakukan upaya2 preventif maksimal untuk melindungi warganya. Sembari pemerintah pusat menyempurnakan kebijakan2 nasional terkait dampak ekonomi masyarakat bawah yang perlu dibantu dengan menyediakan kebutuhan pokok, kebutuhan kesehatan terkait Covid-19 seperti baju overall untuk tenaga medis, sarung tangan, masker, alat test rapid, VCR di samping terus mengupayakan para medis lainnya yang fokus pada penelitian untuk menghasilkan obat penawar bagi virus ini.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua umum partai Demokrat menginstruksikan kepada seluruh DPD/DPC Demokrat seluruh Indonesia bergerak bersatu melawan corona dengan buzzword gerakan nasional Demokrat melawan corona. Ini satu contoh sederhana yang dilakukan oleh pemimpin, bila seriap pemimpin melakukan instruksi ke bawahnya maka setiap daerah tercover dengan baik serta efektif, masyarakat tercegah dan terlindungi oleh sikap para pemimpin yang mampu mendelegasikan wewenangnya dengan baik dan bertanggung jawab.

Pemimpin yang percaya diri dan yakin atas semua upaya yang dilakukan dalam mengatasi semua persoalan bangsa, maka akan terdampak pada masyarakat percaya akan kebijakan yang diambil Pemerintah, dengan demikian tidak ada lagi keributan di ruang publik yang terus membenturkan hal yang selalu bersebrangan tetapi digantikan dengan saran masukan yang positif bagi pemerintah, karena kondisi seperti ini merupakan musuh bersama, sehingga dibutuhkan kekuatan bersama untuk mencegah, menangkal dan mengantisipasinya.

Pemimpin yang percaya diri dan bertanggung jawab itu adalah orang2 yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, ia terus fokus mengutamakan kepentingan rakyat yang lebih luas daripada kepentingan sendiri dan kelompoknya. Pemimpin di semua level pada tataran jabatan politik dan jabatan di pemerintahan itu adalah makan setelah rakyat kenyang, tidur setelah rakyat nyeyak. Apakah para pemimpin di negri tercinta sudah memiliki spirit seperti itu sebagai pejuang garda terdepan bagi bangsa Indonesia? Semoga.

Jakarta, 1 April 2020.
Dr. SusiLawati M.Si (Han).

VIDEO PILIHAN