Mohon tunggu...
Sindy Fajriyanti
Sindy Fajriyanti Mohon Tunggu... Mahasiswa

hello!

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

JCC ke-3 2021 Kembali Digelar dengan Tema "Communication Challenges in Post Pandemic"

24 Maret 2021   22:42 Diperbarui: 24 Maret 2021   23:04 38 1 0 Mohon Tunggu...

Jogjakarta Communication Conference (JCC) kembali diselenggarakan pada 18-19 Maret 2021. JCC ke-3 kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini JCC ke-3 disiarkan secara live streaming yang disiarkan melalui chanel youtube dan zoom meeting Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Progam Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan dan Progam Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyah (APIK PTMA), beserta Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKom) Korwil Jawa Tengah -- Daerah Istimewa Yogyakarta, dan beberapa Universitas di Indonesia.

JCC juga menggandeng beberapa narasumber webinar dari beberapa negara antara lain: Prof. Xi Zhuang, Ph.D. (Nanjing Normal University, China), Prof. Dr.phill. Hermin Indah Wahyuni (Universitas Gajah Mada, Indonesia), Dr. Andy Fuller (Utrecht University, Netherlands), Chi Wang, PhD. (Matej Bel University in Banska Bystrika, Slovakia), Dr. GM Naidoo (University of Zululand, South Africa), Taufiqur Rahman, Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia).

JCC Communication Challenges in Post Pandemic kali ini mengangkat tema Communication Technology Post Pandemic, Cultural Change in Post Pandemic, Health Communication in Pandemic, dan Communication Practices Post Pandemic.

Pada hari pertama JCC, narasumber Prof. Dr.phill. Hermin Indah Wahyuni, M.Si, dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengangkat tema "Communication As The Energy For Adaptive Society".

Prof. Dr.phill. Hermin Indah Wahyuni mengatakan bahwa salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia yaitu komunikasi. Di saat pandemi seperti ini dengan berkomunikasi yang baik dan benar dapat dipastikan semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancer. Karena di era pandemic saat ini kelangsungan hidup sedang berubah dan kita harus siap dengan beradaptasi dengan situasi baru.

Media sebagai penyalur informasi masyarakat, seharusnya masyarakat harus lebih bisa memilah berita hoax dengan berita yang susai fakta, hal tersebut dilakukan karena banyaknya berita hoax tentang anti vaksin, contohnya : banyaknya bermunculan orang yang anti vaksin hal terjadi karena banyaknya berita yang mangatakan bahwa vaksin itu buatan luar negri dapat membahayakan manusia sampai menyebabkan manusia dapat berubah menjadi zombie. Dan berita hoax seperti ini lebih cepat menyebar dan menimbulkan kalangan anti vaksin semakin banyak.

"Bagaimana menjadikan media tidak hanya sebagai media diseminasi tetapi juga mampu menjadi media sukses untuk mendorong transformasi kehidupan sosial politik yang baik" Prof. Dr.phill. Herman Indah Wahyuni, M. Si.

VIDEO PILIHAN