Mohon tunggu...
Simplisius Ngaja
Simplisius Ngaja Mohon Tunggu... Jurnalis - Epozth ngaja

Epozth ngaja

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kampanye yang Cerdas Wujud dari Demokrasi yang Berkualitas

4 November 2020   15:26 Diperbarui: 4 November 2020   15:34 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Simplisius Ngaja, S.P. (Dokpri)

Seorang filsuf asal Tiongkok Mao Zedong mengatakan, politik adalah perang tanpa pertumpahan darah, sedangkan perang adalah politik dengan pertumpahan darah. Antara politik dan perang mungkin memiliki kesamaan, keduanya dilakukan untuk mencapai sesuatu. Politik dan perang merupakan ajang untuk mendapatkan kekuasaan. Benar, dengan kekuasaan maka seorang penguasa akan mampu memegang kendali atas aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kontestasi pemilu menjadi arena perang tanpa pertumpahan darah.

Dalam politik modern, kampanye dilakukan dengan berbagai cara dan tema beragam telah di persiapkan. Saat berorasi dengan gamblang dijelaskan. Tidak sekedar janji janji, juga bukan berdasarkan pengalaman, tetapi pendekatan keilmuan yang dimiliki.

Kampanye, sosialisasi atau apapun namanya, dimaksudkan untuk mempengaruhi konstituen, mengajak orang untuk memilih dirinya, juga upaya mempengaruhi opini publik. Berbagai cara bisa dilakukan. Awal mula kampanye ini sudah ada sejak lama.

Di zaman Yunani Kuno telah di kenal cara ini. Yang akhirnya jadi model yang diadopsi oleh beberapa negara, tidak hanya di Eropa juga di Asia, seperti Inggris dan Perancis, India dan Mesir, namun ketika itu, kampanye di sampaikan apa adanya. Tidak saja mengumpulkan massa, juga mereka berkunjung ke rumah rumah warga. Mereka berjalan kaki menyinggahi setiap rumah.

Setiap para calon juga tentunya harus memiliki skill atau kemampuan. Karena bagi orang yang ingin masuk dalam jajaran pemerintahan, haruslah memiliki dasar keilmuan tentang pemerintahan, punya fondasi yang cukup dengan berbagai disiplin ilmu.

Oleh karena pemerintahan itu telah dibekali orang orang yang melaksanakan tugas tugas administratif, teknis. Sementara pemimpin punya kedudukan strategis dalam mendesain wilayah yang akan dipimpinnya, mengerti dan mau mewujudkan kebutuhan dan kepentingan rakyat yang dipimpinnya.

Di tahun ini Sembilan kabupaten diwilaya NTT yang akan mengadakan pesta demokrasi yang diadakan 09 desember mendatang diantaranya
Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada di pulau Flores; Sumba Timur, Sumba Barat di pulau Sumba; Sabu Raijua, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU) di pulau Timor.

Tentunya berbagai upaya yang dilakukan oleh Tim ataupun para kandidat yang bertarung demi menggapai sebuah kemenangan, segala skill ataupun upaya yang dibentuk tentunya dapat menjadi tolak ukur seorang calon.

Jika para calon melakukan kampanye hitam dengan memanfaatkan uang ataupun isu SARA dapat mengakibatkan rusaknya popularitas demokrasi itu sendiri. Demi mewujudkan demokrasi yang berkualitas setiap kandidat harus mampu memaparkan visi dan misi serta program kerja ketika terpilih dan juga hal-hal positif yang sudah digapai selama ini dalam membangun bangsa negara.

Harapan penulis

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun