Hijau

Menilik Keindahan Reklamasi Teluk Jakarta

7 Desember 2017   20:54 Diperbarui: 7 Desember 2017   21:25 741 2 1
Menilik Keindahan Reklamasi Teluk Jakarta
Sumber : www.discogs.com

Keindahan kota hasil pembangunan yang terus menerus dilakukan oleh Kota Jakarta layaknya permukaan bulan yang memiliki dua sisi. Sisi yang terlihat adalah bagian yang indah namun dibalik keindahan tersebut tersembunyi raut wajah yang kurang elok. Sisi indah yang dimiliki oleh bulan sering digunakan untuk memuji seorang wanita yang cantik parasnya. Sama halnya dengan pembangunan kota Jakarta yang membuat banyak orang mengagumi tetapi disaat yang sama belum mengetahui "dark side" atau sisi kelam dari kota Jakarta. Artikel ini akan mengajak anda untuk melihat "dark side" atau sisi kelam melalui Reklamasi Teluk Jakarta.

Reklamasi Teluk Jakarta mengundang pro-kontra dan mengundang berbagai kalangan baik peneliti, tokoh, dan akademisi untuk berpendapat dan mempelajari dampak yang dihasilkan dari pembangunan reklamasi tersebut. Sebelumnya, reklamasi bertujuan untuk memperluas wilayah daratan yang merupakan cara untuk mengatasi kekurangan lahan yang dialami suatu kota atau wilayah.

sumber : www.indeksberita.com
sumber : www.indeksberita.com

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Nomor 1 Tahun 2007 menyebutkan bahwa reklamasi pantai adalah kegiatan di tepi pantai yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.

Hasil Prosiding Konferensi Nasional IV Tahun 2008 menunjukkan reklamasi pantai sudah dilakukan di beberapa daerah dengan tujuan memenuhi kebutuhan akan tanah dan sampai saat ini terus berkembang bersamaan dengan perkembangan kehidupan masyarakat terutama berkaitan dengan kegiatan pembangunan yang semakin membutuhkan tanah. Kegiatan campur tangan manusia terhadap alam atau merubah fungsi alam ini menimbulkan dampak dari berbagai aspek.

Sosial

Untuk kelancaran dalam perjalanannya Reklamasi Teluk Jakarta perlu atau mau tidak mau harus membuat adanya sekelompok masyarakat yang tergusur. Sebagai contoh, adanya sekelompok nelayan yang kehilangan tempat tinggal bahkan kehilangan mata pencahariannya.

Bukan hanya kelompok masyarakat yang tergusur tetapi ekosistem pantai atau mangrove pun menjadi korban penggusuran dari proyek keindahan bagi sekelompok orang ini. Akibatnya juga terkait dengan keberlanjutan nelayan dalam mencari penghidupannya, dari kehilangan tempat tinggal hingga lahan tempat mencari rezeki mereka.

Lingkungan

Dari aspek ini dapat ditunjukkan dari perubahan sistem hidrologi seperti perubahan arus antar pulau-pulau kecil disekitar Teluk Jakarta dan arah gerak sedimen akibat pembangunan beberapa pulau yang terlalu dekat dengan sungai.

Reklamasi juga menimbulkan abrasi dan kerusakan ekosistem laut di daerah lain, seperti berkurangnya jumlah terumbu karang dan populasi biota yang hidup bergantung pada keberadaan Hutan Mangrove.

Ekonomi

Pada bagian ini mungkin akan nampak sisi indah bagi sebagian kalangan yang memandang yaitu ketersediaan 2700 ha lahan untuk pengembangan daerah yang dapat dikelola sebagai kegiatan bisnis atau lainnya yang dapat memberikan pemasukan yang tidak sedikit ke pemerintah.

Namun"dark side"atau sisi kelam dari aspek ekonomi ini menyebabkan kelompok nelayan kehilangan lapangan pekerjaannya dikarenakan kehilangan tempat bersandarnya kapal dan berkurangnya populasi ikan di lahan yang akan dijadikan lahan Reklamasi.

Sumber


Alikodra, S., Hadi. (1996). Dampak Reklamasi Teluk Jakartapada Ekosistem Mangrove. Fakultas kehutanan IPB, Media Konservasi Vol. V No.(1), April 1996 : 31-34.


Parawansa, Indar (2007). Pengembangan Kebijakan PembangunanDaerah dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Teluk Jakarta Secara Berkelanjutan.Disertasi Sekolah Pascasarjana IPB.


Akhiruddin et al,. (2012). Kajian Kondisi Lingkungan danPerubahan Sosial Ekonomi Reklamasi Pantai Losari dan Tanjung Bunga. JurnalFakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin.


Djainal, Herry. (2012). Reklamasi Pantai dan PengaruhnyaTerhadap Lingkungan Fisik.Jurnal Lingkungan Sultan Agung Vol.1, No. 1. April2012.


Huda, Choirul. 2013. Pengaturan Perijinan Reklamasi Pantaiterhadap Perlindungan Lingkungan Hidup. Perspektif volume XVIII no 20 EdisiMei.


Pawitro, Udjianto. 2015. Reklamasi Kawasan Pesisir Pantai:antara Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Kawasan. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI,Hal.147-153.


Pengelolaan Sumber Daya Pesisi dan Lautan. 2008. MenujuKeberlanjutan Pengelolaan Pesisir dan Laut demi Ketahanan dan KesejahteraanBangsa. Prosiding Konverensi Nasional VI.


Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi Pantai.Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 40/PRT/M/2007


Marwanta, Bambang. (2003). Dampak Bencana Pada ReklamasiPantai Utara. Alami Vol.8 Nomor 2 Tahun 2003


Mulyadi, Muhammad. (2016). Dampak Negatif Teluk Jakarta.Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual dan Strategis, Majalah Info Singkat,Vol.III, No.08. Pesat Penelitian Badan Keahlian DPR RI.


Nurhenu, Karuniastuti. (2016). Peranan Hutan Mangrove BagiLingkungan Hidup. Forum Manajemen Vol. 6 No. 1. Jakarta.


Alikodra, S., Hadi. (1996). Dampak Reklamasi Teluk Jakartapada Ekosistem Mangrove. Fakultas kehutanan IPB, Media Konservasi Vol. V No.(1), April 1996 : 31-34.


Sampono, Nono et al.(2012). Dampak Reklamasi Teluk Jakarta Terhadap Kegiatan Penangkapan Ikan diTeluk Jakarta. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol.II No.2 : 105-112. Desember2012.


Soekarno, Indratmo.(2016). Laporan Pandangan Forum GuruBesar (FGB) Institut Teknologi Bandung. April 2016.