Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Administrasi - #Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#

#Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#Menulis sesuai suara hati#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Soal Positif Corona Anies, Riza, KH Said AS, dan Tindakan Tegas bagi HRS

2 Desember 2020   13:54 Diperbarui: 2 Desember 2020   13:56 1758
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Gambar HRS | Dokumen gambar foto via Indeksnews.id

Karena bisa saja kabar itu adalah rekayasa ataupun hoaks yang sengaja dipublikasikan dengan niatan-niatan tertentu.

Yang jelas, bila kembali membahas terkait dengan keterlibatan HRS dengan kerumunan massa, maka adalah hal yang sama sekali tidak bisa dibantah.

Sebab secara faktanya, sangat nyata sekali adanya nampak terlihat mata, HRS telah terlibat dalam kerumunan massa berjumlah besar dalam berbagai kegiatan yang menyangkut eksistensinya terhadap massa.

Kemudian ternyata, setelah dilakukan tes corona dan tahapan tracing serta tahapan lanjutannya, banyak dari mereka yang terlibat kerumunan massa tersebut ternyata telah terkonfirmasi positif corona.

Dan artinya, adalah jelas juga bila menyoal aturan PSBB terkait dengan kerumunan massa tersebut, dihadapkan dengan kondisi yang masih pandemi corona ini, maka jelaslah kerumunan massa dalam jumlah besar adalah sangat berbahaya.

Ada aturan terikatnya serta konsekuensi hukum yang mengaturnya bila ada pelanggaran PSBB dan protokol kesehatan terkait kerumunan massa di tengah pandemi corona ini.

Sehingga dalam hal ini pun, HRS wajib juga bertanggung jawab dan juga seharusnya jangan enggan ataupun menolak untuk diklarifikasi ataupun juga bila harus berurusan dengan hukum, bila memang terkaitnya ada pelanggaran protokol kesehatan ataupun pelanggaran PSBB karena kerumunan massa tersebut.

Lalu, kalau kembali lagi soal hasil Medical Chek Up HRS, kalau berdalih ataupun alasannya hasil Medical Chek Up yang dilakukan secara mandiri oleh HRS itu adalah merupakan ranah privasi perorangan dan sifatnya sangat rahasia.

Hal itu sih memang benar, kalau kerahasian informasi yang berkaitan dengan tes kesehatan atau Medical Chek Up dan termasuk soal tes corona tidak boleh diungkap atau diumumkan ataupun bocor ke ruang publik dan memang ada aturan yang mengaturnya terkait hal itu.

Namun demikian sebagai bagian dari tokoh publik tentunya status ketokohan HRS amatlah berbeda statusnya dengan masyarakat biasa.

HRS sebagai tokoh publik jelas punya pengaruh ketokohan yang sangat besar terhadap massa, punya pengaruh yang menimbulkan doktrin kepada massanya terkait dengan narasi publik, opini, propaganda dan sejenisnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun