Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Email: vicksigit@gmail.com#Dulu sempat membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang sangat kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan pernah membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Kamu "Anak Baru" tapi Langsung Jadi Atasan, Apa yang Harus Dilakukan?

5 Juni 2020   21:56 Diperbarui: 8 Juni 2020   20:57 611 32 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kamu "Anak Baru" tapi Langsung Jadi Atasan, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi gambar anak baru yang menjadi atasan | Dokumen foto via Lifepal.co.id

Kamu dipromosikan atau dirotasi di bidang pekerjaan di tempat yang benar-benar baru tapi langsung berposisi sebagai atasan?

Atau kamu baru saja diterima kerja, lalu karena latar belakang pendidikan, pengalaman, talenta dan bakat kamu sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh kantor, ternyata malah membuat kamu beruntung untuk langsung di tempatkan jadi atasan?

Ya, apa yang sudah penulis jabarkan di atas tentu bukan hal yang tidak mungkin berlaku dalam dinamika dunia pekerjaan dan karir.

Nah pastinya tak lama kemudian, berkaitan dengan posisi kamu sebagai atasan tersebut, tentu kamu akan diperkenalkan atau wajib mengenal siapa-siapa saja yang jadi para bawahan kamu.

Seperti misal si A job desknya ini, si B job desknya itu, termasuk juga para bawahan kamu yang lainnya dan sudah barang tentu ketika kamu diposisikan sebagai atasan ini, kamu pasti bakalan senang banget kan, dan itu wajar-wajar saja dan sah berlaku buat kamu.

Akan tetapi tunggu dulu, kamu jangan lama tenggelam dalam kesenangan itu dan terlalu euforia dulu, karena menjadi atasan itu tidak semudah membalik telapak tangan.

Sebab apa, kamu amat perlu dan harus memiliki leadership yang kuat dan mumpuni agar kamu bisa memimpin para bawahan yang juga akan menjadi team work kamu ini dengan baik.

Sehingga berkaitan dengan leadership kamu sebagai atasan, maka kepemimpinan kamu harus benar-benar kompeten, punya nilai, dan kualitas yang handal, serta dapat dipertanggung jawabkan. Agar nantinya para bawahan kamu selalu bisa menerima, memahami dan loyal, kalau kamu itu adalah berposisi sebagai atasan mereka.

Termasuk juga berbagai hal-hal yang lainnya, baik itu hal teknis maupun non-teknis yang berkaitan dengan bagaimana nantinya perjalanan kepemimpinan kamu ke depannya.

Sehingga berangkat dari latar belakang di atas, ada yang perlu jadi catatan penting buat kamu, karena terkadang yang banyak atau seringkali terjadi adalah, ketika anak baru langsung dipercaya menempati posisi sebagai atasan.

Dikarenakan kemampuan leadership dan kompetensinya yang kurang kuat, kurang mumpuni dan kurang greget, akhirnya membuat para bawahan jadi tidak loyal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN