Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ironinya Perilaku "Maha Benar" Warganet

4 Desember 2019   11:49 Diperbarui: 4 Desember 2019   11:52 0 10 1 Mohon Tunggu...
Ironinya Perilaku "Maha Benar" Warganet
Ilustrasi Gambar | Dokumen Kompas.com

Perilaku maha benar sebagian besar Warganet di dunia maya masih menjadi perilaku yang terus berlangsung hingga saat ini.

Apalagi bila berlaku mengomentari dan mengkritisi informasi berita dan opini yang beredar didunia maya.

Mengapa bisa terjadi?

Patut diduga, hampir 100% Warganet kebanyakan hanya membaca berita, informasi ataupun artikel tulisan opini di media online dan media sosial paling maksimal hanya berkisar 3 paragraf sampai 4 paragraf saja atau berlaku sepintas saja.

Sepertinya sangat jarang sekali Warganet melanjutkan membaca pada paragraf berikutnya apalagi membaca sampai dengan selesai isi dari berita atau opini tersebut.



Bahkan yang lebih umum kebanyakan berlaku adalah Warganet hanya baca judul saja tanpa baca isi sudah langsung memberi komentar dan tanggapan kemudian biasanya langsung klik bagikan.

Masih mending kalau komentarnya masih nyambung dengan isi tulisan, dan masih komentar yang wajar, biasanya komentar yang ada lebih cenderung berupa nyinyiran.

Kritikan malah cenderung menjadi nyinyiran yang sangat satir, sarkas, pesimis dan skeptis, dan yang lebih parah lagi nyinyiran menjadi ujaran kebencian.

Kebanyakan juga komentar dan nyinyiran tersebut tak dapat disanggah, pokoknya apapun konteksnya komentar Warganet selalu benar. Semakin disanggah semakin panjang urusannya, komentar justru semakin tidak nyaman.

Yang lebih ironi lagi, kebanyakan dari Warganet kurang dapat membedakan yang mana berita dan yang mana opini. Seringkali artikel yang masih berupa opini malah dibilang berita.

Seperti yang sering penulis dapati ketika penulis melihat artikel penulis yang tayang di Kompasiana lalu dibagikan di medsos Kompasiana.

Penulis jadi terkekeh-kekeh sendiri melihat reaksi komentar para followers medsos twitter, facebook dan instagram Kompasiana.

Komentarnya banyak yang lucu-lucu dan didominasi nyinyiran, dan kebanyakan menyangka artikel penulis adalah sebagai berita Kompasiana, termasuk juga mungkin artikel ini.

Inilah yang menegaskan, bahwa ternyata perilaku yang berlaku pada Warganet ini sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian.

Perilaku tersebut menyebabkan sikap pragmatis, sehingga menyebabkan Warganet masih kurang dalam memahami informasi yang beredar didunia maya.

Kurangnya kemauan dalam minat baca dan kurangnya menggali wawasan dalam literasi digital sehingga sangat melatari maraknya perilaku hanya baca judul langsung nyinyir, baca sebaris langsung nyinyir.

Padahal kalau Warganet dapat membaca sampai tuntas isi informasi berita dan opini tersebut, komentar yang terlontar tidak seperti yang dinyinyirkan. Bahkan mengetahui perbedaannya apakah yang dibaca itu adalah informasi berita atau opini.

Tapi semua berbanding terbalik, karena memang inilah realitanya yang terjadi, Warganet sudah kadung berperilaku maha benar Warganet dengan segala nyinyirannya.

Sejatinya menyoal perilaku tersebut, bagaimana menyikapinya, bagaimana Warganet dapat bersikap bijak, kembali dari masing-masing individu Warganet sendiri yang menyadarinya bersama.

Semoga bermanfaat.

Sigit Eka Pribadi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x