Mohon tunggu...
Sidik Rizal
Sidik Rizal Mohon Tunggu... profesional -

Just a blogger and writer of Human Interest and also Culinary Lover and Entrepreuner

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Cara Provokatif Betot Perhatian Publik dalam Kampanye

20 Maret 2014   16:56 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:42 76
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

KREATIF PANCING PERHATIAN PUBLIK YANG DIBOLEHKAN KPU

Berikutnya adalah bahasan tentang beberapa baliho yang dipajang di beberapa wilayah Kota Bekasi.

Beberapa foto dan komentar di bawah ini hanya mencoba menunjukkan betapa penting ilmu komunikasi media publik, baik yang di atas garis (ATL - Above The Line) karena membayar penempatan medianya, maupun yang di bawah garis (BTL - Below The Line) yang tidak menggunakan sewa tempat media.

Pilihan pertama adalah baliho buatan seorang caleg DPR RI paling eksentrik dari PPP untuk dapil Kota bekasi dan Kota Depok, yakni Damin Sada. Caleg nomor urut 4 ini berusaha membetot perhatian publik yang membaca balihonya dengan pancingan kalimat unik yang memang tidak ada duanya. Sebuah gambar bom dan diberi silang X merah dengan kalimat tegas di atasnya STOP Teror dan Anarkisme.

Cukup mengundang perhatian dan lucu bukan? Apalagi dengan penguatan di posisi paling atas dengan membawa-bawa pesan dari Fatwa MUI. Aduh, makin nekad saja.

FATWA MUI, Orang Islam Golput, Haram Hukumnya. Sebenarnya sudah ada belum sih fatwa MUI tentang PENCOBLOSAN atau ikut pemilu? Nah sepertinya Damin Sada memang sengaja bermain di tataran wacana. Pada kenyataannya bisa jadi MUI belum keluarkan fatwa apapun tentang GOLPUT alias mereka yang tidak bisa atau tidak mau ikut pemilu karena beberapa alasan. Biasanya alasan mereka tidak ikut pemilu golput adalah karena administratif, idealisme atau ketidakpedulian.

Mungkin yang dijuju target dari tagline FATWA MUI : Golput Haram oleh Damin Sada adalah mereka yang golput karena alasan idealisme atau ketidakpedulian. Sedangkan golput karena alasan administratif, dimana nama si calon pemilih tidak terdaftar di KPU atau tak terdata dan hal ini tidak dijemput bola oleh pihak pemerintah maka inilah golput yang terpaksa, dan tidak masuk kategori haram tentunya.

Sepertinya Damin Sada nggak saja menghantam mereka yang golput tapi juga menambahkan kalimat persuasif sebagai hadiah atas ajakannya untuk mencoblos di dalam splas merah yang mencolok, "Ayo Nyoblos, Berhadiah Umroh Gratis!!!", hehehehehe.... Damin Sada tahu betul cara mengundang orang untuk... tertawa dan senyum geli saat membaca balihonya yang mulai terpasang di beberapa titik di Kota Bekasi dan Kota Depok ini.

ALAT PERAGA KAMPANYE 3D

Coba perhatikan alat peraga kampanyenya yang lain dan jauh lebih atraktif  dibuat di atas mobil pick-up desain 3D (tiga dimensi) sebentuk ka'bah di depannya, kemudian maket tabung dengan logo Damin Sada bertopi Indian seperti kepala suku. Di tulisan saya yang lain, Damin Sada menjelaskan mengapa dia bertopi kepala suku Indian dalam logonya. Dia memposisikan dirinya sebagai putra asli Bekasi, alias anak Betawi yang tersingkirkan dari tanah kelahirannya seperti halnya suku Indoan di Amerika Serikat sana.

Mungkin dari sekian alat peraga kampanyenya yang lainnya seperti poster dominan hitam bergambar kepala suku Damin Sada, kemudian mini banner serupa dan baliho raksasa, maka yang berbentuk 3D termasuk yang paling banyak menyedot perhatian publik di Kota Bekasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun