Mohon tunggu...
Butet Pagaraji
Butet Pagaraji Mohon Tunggu... Guru - Seorang Guru, Penggila Tuhan dan Pencinta Ilmu, Alam Semesta serta Sesama Manusia

aku ruang di labirin jiwa, menganga, menelan makna, menuang cerita, tanpa bangga, hanya cinta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

#3 Jean Piaget: Teori Kognitivisme

24 September 2021   23:52 Diperbarui: 13 Oktober 2021   07:13 129 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: https://sproutsschools.com/piaget-cognitive-development-theory/

Jean Piaget

 Jean Piaget lahir pada tanggal 9 Agustus 1896 di Neuchâtel, Swiss. Ia dilahirkan oleh Rebecca Jackson, ibunya, dan dibesarkan dalam keluarga akademisi karena ayahnya Arthur dikenal sebagai seorang profesor sastra pada abad pertengahan itu. 

Berdasarkan sejarah hidupnya dikatakan bahwa ia memiliki kepribadianya yang penuh dedikasi dan semangat dalam studi, ditunjukkan Piaget ketika ia mengamati spesimen moluska selama berjam-jam di museum sejarah alam lokal. 

Pada usianya yang ke-11, ia juga sudah menulis makalah ilmiah singkat tentang burung pipit albino. Bahkan publik yang tidak mengetahui usia Piaget saat itu, menilai makalah ilmiahnya tentang moluska, yang dipublikasikan, adalah tulisan seorang ahli.

Pasca sekolah menengah, Piaget melanjutkan studi zoologi di Universitas Neuchâtel dan menerima gelar Ph.D. di bidang ilmu alam, pada tahun 1918. Disaat yang sama, ia mempelajari psikologi di bawah bimbingan Carl Jung dan Paul Eugen Bleuler di Universitas Zürich. Selanjutnya ia belajar psikologi abnormal di Sorbonne, Paris.

Dalam karir akademik dan penelitiannya di bidang psikologi anak, ia mengidentifikasi empat tahap perkembangan mental yang mencatat perjalanan kaum muda dari identifikasi objek dasar hingga pemikiran yang sangat abstrak. 

Pada masa hidupnya, Piaget menerima berbagai penghargaan. Ia kemudian meninggal pada 16 September 1980, di Jenewa, Swiss. Publik mengenalnya sebagai seorang tokoh ahli di bidang psikologi modern yang memberikan perhatian terhadap tahap perkembangan mental di kalangan anak-anak dan menjadi tokoh terkemuka di bidang teori kognitif. 

 

Konsep dan Teori

Berbeda dengan teori-teori lainnya, kognitivisme memiliki paradigma berpikir yang menjelaskan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antar stimulus dan respon, tetapi melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks yang terjadi dalam diri atau internal seseorang. 

Bagi Piaget, anak-anak bukanlah kertas kosong. Mereka mahluk hidup bebas, yang bertumbuh dan memiliki kemandirian untuk berkembang diluar kontrol para pendidiknya; yang sejatinya memiliki kemampuan untuk memahami, sehingga setiap orang sudah punya muatan pengetahuan dasar sesuai pertumbuhan mental dan fisik, sesuai dengan usianya.

Pengetahuan seseorang diperoleh dari proses belajar yang terjadi dalam diri seorang anak melalui input data dan informasi yang mencakup ingatan, emosi dan aspek-aspek kejiwaan lainnya, yang diproses dan diterima nalar; yang kemudian seseorang menggunakan pengetahuan tersebut untuk bertindak, berperilaku dan atau berespon.

Pengalaman belajar tersebut terjadi dalam alam pikiran seseorang yang tidak boleh dilihat secara terpisah-pisah karena akan menyebabkan proses belajar tersebut kehilangan maknanya. Itulah sebabnya Piaget lebih menitikberatkan perhatiannya kepada proses belajar daripada hasil belajar itu sendiri.

Menurut teori kognitivisme, terdapat struktur intelektual dalam diri seseorang yang dibagi dalam empat tahap perkembangan, yaitu:

  1. Tahap sensori-motor, yaitu anak dengan rentang usia 0 - 2 tahun. Anak pada tahap ini mengalami dunianya melalui gerak dan indera-nya serta mempelajari pemanensi objek di lingkungannya.

  2. HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
    Lihat Humaniora Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
    VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan