Mohon tunggu...
Cahaya
Cahaya Mohon Tunggu... Lainnya - Dualisme Gelombang-Partikel

Penyuka pohon johar, cahaya matahari, dan jalan setapak.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Dipaksa Berkarakter

8 Juli 2017   18:01 Diperbarui: 8 Juli 2017   18:06 211
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Melalui program kehidupan berasrama bagi para calon guru profesional ini, diharapkan terbentuk kebiasaan baik yang meski dimulai dari dipaksa, lantas terpaksa, diharapkan karena sering diakukan berulang-ulang, maka keterpaksaan itu akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan baik yang bermula dari hal-hal kecil semisal membuang sampah pada tempatnya, tidak menciptakan keributan di waktu istirahat malam maupun waktu-waktu beribadah.

Jangan sampai pendidik profesional di masa depan hanya mampu beretorika soal kebersihan, hanya dapat meminta peserta didik menjaga kebersihan sedang dirinya sendiri masih membuang bungkus permen di samping meja, membiarkan sampah bekas kemasan kopi instan berserakan di atas meja makan atau membiarkan bungkusan mie instan berceceran di lantai.

Jangan sampai calon pendidik profesional di masa depan hanya dapat berkoar-koar tentang pentingnya budaya antri, senantiasa memberi ceramah dan pesan moral mengenai keutamaan mengantri demi menjaga hak-hak sesama manusia, namun ternyata untuk mengambil jatah makan siang saja menyerobot hingga barisan terdepan.

Lalu, jangan sampai calon pendidik masa depan hanya bisa mengumandangkan pemikiran soal kepekaan sosial, tapi masih saja tidak bisa tenang di jam istirahat atau waktu-waktu beribadah dengan membuat ruangan karaoke dadakan, memutar lagu-lagu bersuara kencang karena disambungkan ke salon lantas menyanyi dengan tidak kenal waktu, tanpa memikirkan penghuni asrama lain yang boleh jadi akan terganggu dengan itu semua. 

Sekali lagi, menjadi pendidik profesional buka hanya tentang bagaimana menguasai materi ajar; melaksanakan pembelajaran berdasarkan langkah-langkah pada perangkat yang telah dibuat; menciptakan media semenarik mungkin, melainkan pula soal bagaimana pendidik itu sendiri mampu menjadi teladan bagi peserta didik---bukan sekadar pandai beretorika semata---untuk menumbuhkan karakter kebangsaan yang berasaskan pancasila sehingga dapat melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas tapi juga berkepribadian kuat dan dapat membanggakan bangsa juga diperhitungkan di mata dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun